LSM KIBAR Surati Kapolda Sulut Laporkan Dugaan Penyebaran Berita Bohong

by
Presiden KIBAR Andreas Lasut menunjukan Surat yang dikirim ke Polda Sulut Rabu (4/9/2019).

Manado – DPP LSM Komunitas Independent Bersama Azaz Rakyat (KIBAR), kembali menyambangi Polda Sulut, Rabu (4/9/2019). Dipimpin Presiden KIBAR, Andreas Lasut, melaporkan adanya dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong atau Hoax, yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat di Pemprov Sulut.

Dikatakan Presiden KIBAR, Andreas Lasut, surat yang ditujukan ke Kapolda Sulut, bahwa ada sejumlah oknum-oknum pejabat negara, diduga telah melakukan pembohongan publik.”Dimana oknum petinggi di Pemprov Sulut menyebarkan berita bohong atau hoax di media massa dan sosial media, tentang isi fatwa Mahkamah Agung yang tidak benar. Selain ltu, berita bohong ini juga, disampaikan oleh Gubernur Sulut, dalam sambutannya pada kegiatan Ulang Tahun Gereja di Kabupaten Minahasa Induk Padahal sebagai Kepala Daerah, jika ada informasi penting dari Mahkamah Agung, seharusnya disampaikan Gubernur dalam jumpa pers dengan media massa,” ucap Andreas.

Menurut dia DPP LSM KIBAR merasa keberatan, sebab Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, seharusnva menjadi filter tentang penyebaran berita bohong di daerah, akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, dimana berita bohong ini justru disebarkan oleh oknum-oknum pejabat tinggi di Iingkup Pemprov Sulut. “Penyebaran berita bohong yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat tinggi Pemprov Sulut ini, tentunya sangat berbahaya dan meresahkan masyarakat Sulawesi Utara, khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud, karena bisa memicu konflik horisontal di masyarakat. Oleh sebab itu, DPP LSM KIBAR merasa perlu untuk melaporkan dugaan penyebaran berita bohong ini ke pihak Polda Sulut, agar bisa diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Andreas.

Presiden LSM KIBAR Andreas Lasut saat memberikn keterangan pers di Polda Sulut.

Penyampaian Humas Pemprov Sulut

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Kepala Bagian Humas Christian Iroth dengan tegas membantah dugaan adanya pelanggaran etika yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey karena menyinggung soal pelantikan Bupati Talaud saat menyampaikan sambutan di salah satu gereja di Tondano, Kabupaten Minahasa belum lama ini. “Apakah ada yang salah ketika beliau berdiri di mimbar dan menyampaikan sambutan terkait program, kegiatan, sinergitas antara pemerintah dan gereja serta himbauan-himbauan lainnya? Hal ini sering dilakukan pemerintah ketika diundang menyampaikan sambutan pada acara-acara di gereja ataupun di luar gereja,” kata Christian, Rabu (4/9/2019), dikutip dari laman Humas Pemprov Sulut.

Christian menyayangkan tidak lengkapnya rekaman video yang diupload sejumlah oknum di media sosial hingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat. “Harusnya video dishare secara utuh dan jangan di potong-potong supaya masyarakat mengerti kenapa Gubernur mengangkat hal tersebut. Gubernur mengangkat kasus tersebut sebagai salah satu contoh isu yang viral di medos yang menguras energi dan berpotensi negatif bagi masyarakat. Jadi sebagai pemerintah, Gubernur mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih bijak lagi dalam menggunakan medsos,” ungkap Kabag Humas.

Lebih jauh, Christian meminta seluruh masyarakat Sulut terus mempertahankan kerukunan dan kedamaian yang terjalin hingga kini tanpa merendahkan satu sama lain. “Jangan karena tidak suka dengan kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw kemudian menggiring opini jelek ke masyarakat. Mari kita berdamai dengan sesama untuk menjadikan Sulut semakin hebat kedepan,” tutup Christian.

Sebelumnya pada Jumat 30 Agustus 2019, Presiden LSM KIBAR mendatangi Polda Sulut dan melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat di Pemprov Sulut, atas Surat Fatwa MA yang menyatakan Bupati terpilih Elly Engelbert Lasut (E2L) sudah menjabat dua periode, namun hingga kini surat tersebut belum pernah dilihat dan diterima oleh mereka.

Penulis: Ishak Kusrant
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.