Mahasiswa Tuntut Gubernur Sulut Stabilkan Kembali Harga Kopra

oleh -319 views
Alin, Ketua API Manado dalam orasinya menyampaikan, mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera mengambil langkah-langkah taktis untuk menstabilkan kembali harga kopra.

Manado – Puluhan Mahasiswa Sulawesi Utara yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII), Aksi Perempuan Indonesia (API) yang mengatasnamakan Gerakan Kolektif Perjuangan Rakyat Sulawesi Utara (Gerakan Kopra Sulut) melakukan aksi demo di kantor gubernur pada Kamis (29/11/2018).

Alin, Ketua API Manado dalam orasinya menyampaikan, mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera mengambil langkah-langkah taktis untuk menstabilkan kembali harga kopra. “Negara harus hadir dalam menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat, dengan mengambil tindakan kongkrit dan negara juga harus kembali, kepada sistem ekonomi yang berdasarkan pasal 33 UUD 1945 sebagai atas kondisi ekonomi bangsa saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan Alin, Sulawesi dengan petani kelapa dan penghasil kopra terbesar di Indonesia justru terburuk ekonominya dikarenakan harganya yang murah per kilo gramnya. “Pemerintah Daerah Sulawesi Utara harus membuat regulasi peraturan daerah untuk mengontrol harga komoditas pertanian atau kopra,” harapnya.
Pemerintah Sulut harus menhadirkan BUMD untuk mengelola dan memproduksi hasil pertanian kopra sebagai bentuk Industrialisasi di sektor penanian.

Aksi demo mereka kali ini adalah yang kedua setelah yang pertama dilaksanakan di Kantor DPRD Provinsi Sulut pada tanggal 26 November 2018 lalu yang berakhir dengan kericuhan akibat dimulai dengan pembakaran ban bekas.

Asisten Dua Setdaprov Suut, Rudi Mokoginta yang menerima aksi demo menyampaikan, Pemerintah Sulut tidak diam dan sudah melakukan langkah-langkah strategis untuk menaikkan harga kopra. “Dalam rangka menaikkan harga kopra ada berapa kebijakan yang kami tempuh diantaranya telah mendatangkan negara pembeli kopra di Sulut pada satu bulan terakhir,” kata Mokoginta.

Lanjut Mokoginta, akan ada kebijakan untuk mengekspor biji kelapa karena lebih mahal harganya dan juga akan memberikan bantuan mesin memproduksi minyak kelapa kepada para petani kelapa. Selain itu meminta Pertamina untuk membeli kelapa agar bisa dijadikan salah satu bahan bakar untuk solar.

Penulis: Zulkifli Madina

tenor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.