Malam Bacirita PMII Minahasa, Bahas Tahun Politik

by
Suasana malam bacirita yang dilaksanakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Minahasa.

Tondano – Hujan yang mengguyur Kelurahan Tataaran II, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulut, Sabtu (12/01/2019) sejak pagi hari, tidak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa untuk tetap hadir di Café Popay.

Malam itu, agenda Malam Bacirita (Mabar) yang digagas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Minahasa mengambil tema “Pemuda, Media, dan Dampak Tahun Politik”.

Dua pembicara hadir dalam Mabar ini yakni Majelis Etik (ME) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, dan Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Minahasa, Sardy Hariyanto.

Dipandu moderator Ridwan Umar yang juga Ketua Rayon Socrates PMII Cabang Minahasa, Ikanubun dalam pemaparannya menyatakan, menghadapi Pilpres 2019 ini, media patut menjaga independensi dan tidak berpihak pada salah satu kekuatan politik.

“Menjaga independensi jurnalis dan media itu harus, agar jurnalisme masih tetap mendapat kepercayaan publik,” ujar Penguji Kompetensi Jurnalis AJI Indonesia ini.

Dia menambahkan, menjelang tahun politik Dewan Pers selaku pemenang amanat UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers selalu mengeluarkan edaran agar media menjaga independensi.

“Sedangkan di AJI sudah diatur dalam Kode Etik dan Kode Perilaku AJI untuk tetap menjaga independensi,” tandas Ikanubun yang juga Ahli Pers dari Dewan Pers ini.

Terkait posisi pemuda, Sardy mengatakan, merupakan segmen yang strategis apalagi di era digital ini. Sejarah perjalanan bangsa, lanjut Sardy, telah mencatat bagaimana peran pemuda untuk ikut membentuk dan membangun Indonesia.

“Nah di era sekarang, jangan sampai pemuda justru menjadi pelaku penebar hoax, terutama menjelang Pilpres ini,” ujar dia.

Suasana Mabar makin semarak karena dipadu dengan penampilan kader-kader PMII termasuk dari Korps PMII Putri (Kopri) dalam panggung akustik dan musikalisasi puisi.

Selain kader PMII, juga hadir aktivis mahasiswa dari organisasi lainnya seperti Perhimpunan Mahasiswa Katolik Repubik Indonesia (PMKRI), dan Liga Mahasiswa Nasiona untuk Demokrasi (LMND), dan beberapa organ pergerakan mahasiswa lainnya.

Penulis: Ron RJM

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.