Manengkel Solidaritas dan Cargil Temukan Ekosistem Pesisir Penting di Teluk Amurang

oleh -374 views
Plant Manager PT Cargil Indonesia Amurang Imelda Tandako Memberikan Cendramata kepada Wakil Bupati Minsel Frangky Wongkar atas dukungan Pelestsrian Ekosistem Laut di Teluk Amurang.

Kapitu — Manengkel Solidaritas dan PT Cargil menemukan ekosistem pesisir penting di Teluk Amurang yaitu di Desa Kapitu, Amurang Barang saat melakukan survey ekologi.

Ekosistem pesisir yang lengkap yang ditemukan Manengkel dan Tim Cargil yakni Terumbu Karang, Lamun dan Mangrove.

“Untuk itu, kami mengidentifikasi desa tersebut (Kapitu) bisa dijadikan area rehabilitasi, karena masuk dalam area penting di sekitar Teluk Amurang,” ujar Ketua Manengkel Solidaritas Sulut, Sella Runtulalo, Jumat (5/4/2019) di Kapitu.

Runtulalo mengatakan ketiga ekosistem inilah merupakan kunci dari kesuburan dan keanekaragaman laut. Termasuk di dalamnya adalah memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar teluk Amurang.

“Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga ekosistem itu sebagai kelangsungan hidup dan pelestarian lingkungan di masa depan,” ungkapnya.

Cargill dan LSM Manengkel Solidaritas berinisiatif memperbaiki ekosistem laut di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut). Caranya, melalui kegiatan transplantasi karang.

Sebanyak 240 bibit karang jenis Genera Arcopora yang telah tertanam di 20 modul transplantasi, telah disemai sepanjang Tahun 2018 silam dan dilanjutkan pada Jumat (5/4/2019) hingga 5 tahun kedepan.

Imelda Tandako, Plant Manager PT. Cargill Indonesia di Amurang mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program jangka panjang perusahaan yang dimulai dari memperbaiki lingkungan laut. Selain itu juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahan terhadap masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan.

“Program ini ternyata mendapat respon baik dari Pemerintah Provinsi Sulut dan Kabupaten Minsel, karena itu kami akan meneruskan kegiatan ini yang tentunya memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar dan pemerintah daerah yanh bisa dijadikan sebagai daerah tujuan wisata yang bisa mengangkat kunjungan wisatawan ke Minahasa Selatan,” ucap Imelda.

Dari kiri ke kanan, Ketua Mangkel Solidaritas, Kepala Balai TNB, Kepala Bappeda Sulut, Wakil Bupati Minsel, Plant Manager PT Cargil Amurang, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kepala DLH Sulut, Kepala DLH Minsel, Kadis Pariwisata Sulut, Camat Amurang, Kasat Polair Polres Minsel.

Pemerintah Kabupaten Minsel melalui Wakil Bupati Frangky Wongkar mengatakan, kegiatan ini akan menjadi perhatian khusus pemerintah daerah kedepan, yang akan ditindak lanjuti dengan pembentukan Peraturan Daerah dan Peraturan Desa,  agar masyarakat sekitar bisa merawat dan menjaga lokasi tersebut dengan tidak membuang sampah ke laut.

“Kami akan terus menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut, apa lagi sampah plastik, yang bisa merusak ekosistem di sekitar lokasi terutama terumbu karang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat untuk jangka panjang,” imbuhnya.

Penulis: Ishak Kusrant

tenor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.