Masih Tinggi Kasus C-19, DPRD Sulut Minta KBM Tatap Muka Perlu Dikaji Kembali

by

Manado – Kabarmanado.com – Kegiatan Belajar Mengajar di masa pandemi Covid-19 di Sulut akan berlangsung dengan mewajibkan Protokol kesehatan Covid-19 baik memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Rencana tatap muka pada awal tahun 2021 ini berdasarkan surat edaran Mendikbud RI dan ditindaklanjuti oleh surat Gubernur Sulut.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky J Pangemanan saat menghadiri Rakor Pendidikan di Dikda Sulut Rabu (13/01/2021) meminta agar kegiatan belajar mengajar dengan cara tatap muka di sekolah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditunda terlebih dulu jika temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 masih terus meningkat di daerah bumi nyiur melambai ini.

“Kami sudah mengingatkan bahwa pembelajaran tatap muka secara langsung belum relevan hari ini. Baiknya itu ditunda karena tren kasus positif covid 19 di daerah Sulut masih sangat tinggi. Untuk itu kami mendorong kepada pihak Dikda Sulut untuk menunda dan sudah mendapat respon yang baik,” kata Anggota DPRD Partai PSI, Melky Pangemanan usai membawa materi pada Rakor Pendidikan yang di gelar oleh Dinas Pendidikan Daerah Sulut.

Lanjut Melky, lebih baik mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa, guru, dan warga sekolah lain daripada memaksakan penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka meskipun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Lebih baik di optimalkan sekarang ini oleh Dikda Sulut melakukan inovasi dalam pembelajaran jauh melalui daring atau luring. Jangan dulu bergerak melakukan pembelajaran tatap muka atau pembukaan sekolah,” jelasnya.

Kata dia, Perlu kajian lebih komprehensif dan sebaiknya Dikda buat inovasi baru.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, dr Grace Punuh M.Kes saat diwawancarai Jurnalis Pendidikan Sulut mengatakan, masukkan dari DPRD Sulut khususnya komisi 4 bidang pendidikan sangatlah baik dan ini menjadi perhatian.

“Memang KBM tatap muka di Sekolah harus ada persetujuan di Daerah itu karena merekalah yang lebih tahu,”ungkap Punuh.

Lanjut Punuh, KBM tatap muka disesuaikan dengan kondisi Daerah masing – masing

“Pihak Sekolah juga wajib mengadakan simulasi dan menjalin kerjasama dengan pihak puskesmas setempat,”jelasnya.

Punuh mebjelaskan, SOP KBM tatap muka juga sudah jelas dan sangat ketat prosedurnya.(Kifli).

tenor