Media Massa dan Pendidikan

by

Manado – Dalam era informasi, penanaman semangat belajar  perlu dilakukan melalui media massa. Oleh karena itu, diperlukan media massa  yang memiliki idealisme untuk mengutamakan kepentingan masyarakat.

Bentuknya, yaitu Koran, Majalah, Radio, Televisi, dan Web/Portal. Untuk dapat menanamkan pendidikan karakter, substansi media massa publik perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakter sasaran, distribusinya dilakukan secara kontinyu, mudah diakses atau dimanfaatkan oleh sasaran, serta dikemas dalam format yang menarik dan mampu bersaing dengan media massa lainnya.

 

Dr. Dra. Lilie N Wuisan, M.Pd (Kepala SMA Negeri 4 Manado).

Substansi media ini dituntut dapat mendorong dan menciptakan masyarakat pembelajar, menjadi inspirasi, mencerdaskan, serta memberikan contoh keteladanan dalam membangun karakter bangsa.

Untuk merealisasikan media massa publik dapat dikembangkan dari lembaga yang ada, misalnya RRI, TVRI, atau kantor berita Antara dengan cara mensinergikan dengan potensi yang dimiliki kementerian atau lembaga-lembaga lainnya baik dalam aspek: substansi, infrastruktur, SDM, dan aspek lainnya Pendidikan sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan taraf sosial kehidupan manusia menuju pada terciptanya sumber daya manusia yang utuh demi kesuksesan pembangunan nasional.

Menghadapi perubahan-perubahan besar dalam era reformasi serta globalisasi proses globalisasi yang juga mempengaruhi kehidapan nasional kita, maka kita memerlukan suatu visi dan rencana pendidikan yang lebih terarah yakni, rencana strategi pendidikan nasional lewat pembelajaran di kelas ataupun lewat media massa.

Media massa merupakan alat menyampaikan sesuatu dari narasumber ke komunitas belajar. Media massa merupakan sumber belajar non formal yang dapat dinikmati oleh berbagai elemen masyarakat dengan beragam programnya.

Tidak dapat disangkal secara otomatis media massa sudah mendidik masyarakat. Semua informasi yang di lihat, didengar atau dibaca masyarakat itu berarti pendidikan, tetapi semua informasi sejatinya adalah pendidikan itu sendiri, hanya saja akan menjadi lain persoalannya ketika berita itu dibawah kepada hal-hal yang tidak sesuai dengan situasi masyarakat yang menikmati berita tersebut.

Dalam kondisi dan situasi sekarang ini agaknya sulit terbendung lagi informasi yang bisa diakses oleh masyarakat, hanyalah yang bisa dilakukan adalah pendidikan moral yang tinggi dari masyarakat untuk menyaring sendiri program-program dan bacaan-bacaan dari media massa.

Ketika masyarakat mendapat bacaan yang tidak baik, ya jangan beli. Seperti juga tayangan televise kalau programnya tidak sesuai, ya jangan ditonton, kan beres. Idealnya masyarakat dan pers melakukan segala kegiatannya tersebut dengan tanggung jawab moral masing-masing.

Pendidikan sekarang ini seharusnya menghilangkan kebiasaan malas untuk menggunakan media sebagai media pembelajaran dalam dirinya, sehingga sebaiknya pola pikirnya harus diubah menjadi pola pikir teknologis sehingga setiap yang diperoleh baik dari proses pembelajaran di sekolah maupun pembelajaran di masyarakat akan senantiasa membawa pada suatu era perubahan kemajuan teknologi.

Informasi pendidikan diperoleh secara mendunia karena teknologi informasi canggih yang kadang anak didik lebih dulu mengetahui dari pada guru. Hal ini suatu kenyataan yang dapat dibuktikan dilingkungan kita sekarang ini.

Era informasi dan teknologi pendidikan mengharuskan kita mencari paradigma baru mengenai pendidikan seumur hidup, terlebih dengan masuknya teknologi informasi yang semakin canggih sehingga menyebabkan perbedaan antara pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah menjadi tidak siknifikasi lagi.

Kita, suka atau tidak, kita bisa dikatakan sudah berada dijaman media, media massa begitu gencar membombar  dipikiran dan gaya hidup anak-anak jaman sekarang. Begitu gencarnya media yang seperti menjadi ‘’kurikulum tandingan’’ bagi kurikulum formal di sekolah.

Hal ini bisa kita lihat dari gaya bahasa anak-anak sekolah, pasti lebih banyak yang berasal dari media ketimbang tata bahasa di sekolah. Tentu saja aspek positif yang bisa kita dapat dari media massa, seperti dari kecepatan informasi, kemasan bahan ajar yang semakin canggih serta hal lain yang bisa membantu proses pendidikan.

Dengan demikian media massa berperan penting dalam memberikan pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, media massa diyakini masih menjadi salah satu referensi utama, bagi warga pendidikan untuk menunjang pembelajaran.

Di sisi lain, untuk mencegah informasi yang tidak akurat, pemerintah juga harus tegas menyampaikan kepada masyarakat mana berita benar dan tidak benar yang dimuat oleh media, tanpa harus melakukan tindakan membelenggu kebebasan pers dan media menjadi komunikator yang sangat baik kepada masyarakat.

Semua pihak, termasuk yang ada dalam dunia pendidikan, bisa menyampaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masyarakat sebagai warga negara yang baik.*

Dr. Dra. Lilie N Wuisan, M.Pd

(Kepala SMA Negeri 4 Manado)

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.