Mengevaluasi 8 Tahun Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan

by
Uji Kompetensi Jurnalis yang dilaksanakan oleh AJI Manado pada September 2016 .

SEBAGAI profesi, jurnalis harus memenuhi sejumlah syarat khusus yang kemudian bisa membedakannya dari sebuah pekerjaan. Dua di antara syarat itu adalah memiliki kode etik, dan standar kompetensi.

Dewan Pers kemudian mengeluarkan peraturannya terkait syarat yang kedua ini. Lebih kurang 8 tahun sudah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), seperti apa hasilnya?

Seorang lelaki berkacamata dengan kumis tebal yang menjadi ciri khasnya tampil ke depan. Ruangan “Menteng” di lantai 2 Hotel Aone Jakarta Pusat, Minggu 27 Agustus 2017 malam itu, disesaki puluhan jurnalis. Hasudungan Sirait, pria tadi memegang mic dan memandu jalannya acara. Tak ada ketegangan di sana, melainkan penuh canda tawa. Apalagi bang Has, sapaan akrab salah satu pendidi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia ini, menampilkan puluhan foto peserta dengan berbagai ekspresi selama kegiatan berlangsung.

Suasana kemudian berangsur formal, saat bang Has mulai membacakan hasil pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) atau Uji Kompetensi Wartawan (UKW) termasuk peserta terbaik untuk kategori wartawan muda, madya, dan utama. Mantan wartawan Bisnis Indonesia itu juga mengumumkan peserta magang penguji UKJ terbaik.

Ada 21 jurnalis yang ikut dalam UKJ di AJI Jakarta, Sabtu – Minggu, (26 – 27/08/2017). Mereka merupakan angkatan ke-38 sejak AJI Indonesia menggelar UKJ pertama kalinya di tahun 2012, atau dua tahun setelah Dewan Pers mengeluarkan Peraturan Nomor 1/Peraturan-DP/II/2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan.

Sebelum UKJ angkatan ke-38 itu dilaksanakan, AJI Indonesia terlebih dulu menggelar Training of Examiner (ToE) atau pelatihan penguji kompetensi. Usai ToE, 22 peserta itu langsung ikut magang penguji di UKJ tersebut.

AJI Indonesia menjadi salah satu lembaga penguji kompetensi jurnalis setelah memenuhi syarat dari Dewan Pers. Syarat itu sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/I/2011 tentang Kriteria dan Tata Cara Menetapkan Organisasi Wartawan Sebagai Lembaga Penguji Standar Kompetensi Wartawan.

Sedikitnya ada 10 kriteria organisasi wartawan itu bisa menjadi lembaga penguji kompetensi, antara lain memenuhi standar sebagai orgasisasi wartawan sebagaimana diatur dalam Peraturan Dewan Pers Nomor: 7 /Peraturan-DP/V/2008 tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor: 04/SK-DP/III/2006 tentang Standar Organisasi Wartawan Sebagai Peraturan Dewan Pers. Jika merujuk pada aturan ini maka dari ratusan bahkan mungkin ribuan organisasi wartawan, yang memenuhi standar hanya ada tiga yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Artinya di luar tiga organisasi ini tidak bisa melaksanakan UKJ.

ToE gelombang ke-3 diadakan di Hotel Gran Cemara Jakarta Pusat, Kamis – Jumat (24 – 25/08/2017), diikuti 22 jurnalis kompetensi wartawan utama dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka disiapkan sebagai penguji sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 2/Peraturan-DP/VIII/2015 tentang Penguji Kompetensi Wartawan. Saya beruntung bisa menjadi salah satu dari 22 jurnalis itu.
Peraturan Dewan Pers tersebut menetapkan enam syarat sebagai penguji kompetensi yakni berkompetensi wartawan utama, memahami kemerdekaan pers dengan semua aturan yang melingkupinya, lulus pelatihan untuk menjadi calon penguji komptensi wartawan. Selain itu magang sebagai penguji kompetensi wartawan sekurang-kurangnya tiga kali, direkrut oleh lembaga penguji kompetensi wartawan. Yang terakhir adalah tidak sedang dalam posisi pengurus partai politik atau organisasi yang punya potensi menghambat kemerdekaan pers.

Terhitung sejak UKJ AJI Indonesia gelombang pertama yang dilaksanakan di Cimanggis Depok, April 2012 hingga UKJ ke-38 di Jakarta itu, lebih dari 800 anggota AJI sudah ikut uji kompetensi. Angka ini belum separuh dari total jumlah anggota sebanyak 2000 orang. Untuk itulah AJI menggenjot ToE guna melahirkan para penguji internal yang berkualitas. Hingga ToE gelombang ke-3 ini, total sudah ada 69 penguji kompetensi jurnalis yang dimiliki AJI.

Saat ToE di Jakarta itu, Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono menyebutkan, ToE merupakan salah satu upaya untuk mempercepat proses uji kompetensi bagi semua anggota AJI. Meski di sisi lain, AJI tetap menitikberatkan pada kualitas ketimbang berapa banyak jurnalis yang sudah ikut ujian.

Selain organisasi wartawan sebagai penyelenggara, UKJ juga bisa dilakukan oleh sejumlah pihak seperti perusahaan pers, lembaga pendidikan dan pelatihan wartawan, serta perguruan tinggi. Tentu pihak-pihak ini harus memenuhi ketentuan yang diatur oleh Dewan Pers. Dewan Pers mencatat sudah lebih dari 10 ribu wartawan mengikuti uji kompetensi dalam tujuh tahun terkahir ini.

Evaluasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan

Sekitar pertengaan tahun 2016 silam, saya dihubungi salah seorang kawan jurnalis. Dia bercerita tentang seorang pengurus partai politik yang diundang mengikuti uji kompetensi wartawan, karena ternyata yang bersangkutan adalah atlet dalam salah satu cabang olahraga. Karena syarat untuk ikut dalam salah satu iven olahraga wartawan itu adalah lulus uji kompetensi. Maka dipanggillah politisi itu ikut uji kompetensi wartawan guna mendapat tiket bertanding di kejuaraan olahraga tersebut.

Cerita lainnya adalah tentang perdebatan dua orang wartawan, yang satu belakangan diketahui belum mengikuti uji kompetensi. Sedangkan yang lainnya sudah mengikuti uji kompetensi, tapi bukan seorang wartawan karena tidak menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Perdebatan di media sosial yang mengundang perhatian publik ini cukup menggelikan, karena tentu saja menyangkut martabat jurnalis itu sebagai sebuah profesi.

Itu hanya dua dari sekian banyak contoh biasnya pelaksanaan uji kompetensi yang sudah berlangsung lebih kurang 8 tahun ini. Belum lagi pelaksanaan uji kompetensi yang cenderung “dikomersilkan” di mana peserta wajib membayar sejumlah uang, sementara pihak penyelenggara juga meminta dana ke pemerintah daerah setempat. Pola lain yang terjadi adalah komunitas wartawan di daerah-daerah menggandeng salah satu lembaga penguji, kemudian melaksanakan uji kompetensi dengan dana dari pemerintah daerah.

Terkait sejumlah persoalan di atas, sebenarnya Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/II/2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan sudah secara jelas mengaturnya. Kompetensi wartawan yaitu kemampuan wartawan untuk memahami, menguasai, dan menegakkan profesi jurnalistik atau kewartawanan serta kewenangan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu di bidang kewartawanan. Standar kompetensi wartawan adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan/keahlian, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas kewartawanan. Artinya ujian ini diberikan kepada mereka yang berprofesi sebagai wartawan; bukan politisi, pengamat sosial, atau profesi dan pekerjaan lainnya. Terkait hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/VIII/2015 tentang Peserta Uji Kompetensi Wartawan. Setidaknya ada tiga syarat sebagai peserta antara lain, bekerja sebagai wartawan sekurang-kurangnya satu tahun serta menunjukan hasil karya jurnalistik dalam tiga bulan terakhir.

Sedangkan menyangkut pelaksanaan uji kompetensi yang “dikomersilkan” memang menjadi kebijakan masing-masing lembaga penguji. Meski kemudian dalam pertemuan membahas Indeks Kemerdekaan Pers di Jakarta, Oktober 2016, lembaga penguji kompetensi di daerah tidak bisa meminta langsung dana ke pemerintah setempat melainkan harus melalui Dewan Pers. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga independensi serta profesionalisme jurnalis yang akan menjalani uji kompetensi itu.

Hingga pelaksanaan UKJ AJI ke-38 itu, seluruh anggota AJI peserta ujian tidak dipungut biaya pendaftaran, dan pihak pelaksana juga tidak menggunakan dana pemerintah. UKJ itu dilaksanakan secara mandiri, dengan dana kas organisasi, ataupun sponsor sebagaimana diatur tegas dalam peraturan organisasi. Sponsor dari lembaga atau perorangan itu harus memenuhi persyaratan antara lain, tidak terlibat pengrusakan lingkungan, bermasalah dengan tenaga kerja, serta korupsi.

Dewan Pers yang mengawasi langsung pelaksanaan UKJ oleh lembaga-lembaga ini juga telah banyak menerima laporan terkait penyimpangan dalam pelaksanaan UKJ. Bahkan dalam beberapa kasus Dewan Pers mencabut sertifikat dan kartu kompetensi wartawan. Karena memang hal itu telah diatur dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 3/Peraturan-DP/VIII/2015 tentang Pencabutan Sertifikat dan Kartu Kompetensi Wartawan. Dalam peraturan ini disebutkan selain karena pelanggaran kode etik, sertifikat dan kartu dapat dicabut peserta uji kompetensi itu memberikan dokumen karya jurnalistik yang kemudian diketahui tidak benar atau bohong. Apalagi ternyata yang bersangkutan bukan jurnalis, karena tidak menjalankan tugas jurnalistik.

Di penghujung tahun 2017 silam, Dewan Pers kembali mengeluarkan Peraturan Nomor IV/Peraturan-DP/XII/2017 tentang Standar Kompetensi Wartawan. Dengan lahirnya peraturan yang baru ini, maka ada 4 peraturan sebelumnya yang dinyatakan tidak berlaku lagi, karena substansi dalam 4 peraturan itu sudah terangkum dalam Peraturan Nomor IV/Peraturan-DP/XII/2017 tentang Standar Kompetensi Wartawan tersebut.

Empat peraturan itu adalah Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/II/2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan, Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/VIII/2015 tentang Peserta Uji Kompetensi Wartawan. Selanjutnya Peraturan Dewan Pers Nomor 2/Peraturan-DP/VIII/2015 tentang Penguji Kompetensi Wartawan, dan Peraturan Dewan Pers Nomor 3/Peraturan-DP/VIII/2015 tentang Pencabutan Sertifikat dan Kartu Kompetensi Wartawan.

Selain peraturan yang baru itu, pada Nopember 2018, Dewan Pers mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4/DP/SE/XI/2018 tentang Revisi dan Penambahan Materi Uji Kompetensi Wartawan: Standar Kompetensi Wartawan. Bagaimana detailnya substansi perubahan dalam peraturan serta surat edaran yang baru ini, akan dibahas dalam tulisan selanjutnya.

Salah satu poin yang tetap ada dalam peraturan ini adalah usulan pencabutan sertifikat dan kartu kompetensi wartawan dapat dilakukan atas masukan dari masyarakat, usulan atau rekomendasi dari perusahaan pers, organisasi wartawan, atau atas temuan Dewan Pers.

Peran masyarakat ini yang diharapkan bisa bersama organisasi profesi wartawan untuk terus mengawal pelaksanaan serta hasil uji kompetensi itu. Sehingga uji kompetensi ini tidak hanya sekadar legalitas formal belaka, melainkan sebagai sebuah tanggungjawab sekaligus salah satu kualifikasi jurnalis sebagai sebuah profesi. (***)

Oleh: Yoseph E Ikanubun
– Ketua AJI Manado 2012 – 2015 dan 2015 – 2018
– Majelis Etik AJI Manado Periode 2018 – 2021
– Peserta UKJ AJI Indonesia Angkatan Pertama di Depok tahun 2012
– Penguji Kompetensi Jurnalis AJI Indonesia

tenor

56 thoughts on “Mengevaluasi 8 Tahun Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan

  1. I have been browsing online more than 2 hours
    today, yet I never found any interesting article like yours.
    It is pretty worth enough for me. Personally, if all site owners
    and bloggers made good content as you did, the web will be much more useful
    than ever before.

  2. I have been surfing online more than three hours nowadays, but I by no
    means found any fascinating article like yours. It is beautiful worth sufficient for me.
    Personally, if all website owners and bloggers made excellent content as you did, the net will likely be much more useful than ever before.

  3. Hello there! This blog post couldn’t be written much better!
    Reading through this article reminds me of my previous roommate!
    He always kept preaching about this. I will forward this article to him.

    Fairly certain he’ll have a great read. Thanks for sharing!

  4. Its such as you learn my mind! You seem to know so much approximately this, such as you wrote
    the e-book in it or something. I feel that you can do with a few % to drive the message house a bit, but instead of that, this is fantastic blog.

    A great read. I’ll certainly be back.

  5. I have been surfing online more than 3 hours today,
    yet I never found any interesting article like yours.
    It is pretty worth enough for me. In my opinion, if all site owners and bloggers made good content
    as you did, the net will be a lot more useful than ever before.

  6. I will right away clutch your rss as I can’t find your email subscription link or e-newsletter service.
    Do you’ve any? Kindly permit me recognise so that I may just subscribe.

    Thanks.

  7. I’ve been browsing on-line greater than three hours lately,
    but I never found any attention-grabbing article like yours.
    It’s lovely worth enough for me. In my view,
    if all webmasters and bloggers made just right content as you did, the web can be a lot more useful than ever before.

  8. I have observed that over the course of developing a relationship with real estate managers, you’ll be able to get them to understand that, in each and every real estate contract, a commission is paid. Eventually, FSBO sellers tend not to “save” the payment. Rather, they fight to earn the commission through doing an agent’s task. In completing this task, they shell out their money and also time to execute, as best they are able to, the duties of an agent. Those assignments include exposing the home through marketing, representing the home to all buyers, building a sense of buyer emergency in order to make prompt an offer, organizing home inspections, managing qualification inspections with the loan company, supervising fixes, and aiding the closing.

  9. Unquestionably believe that which you stated.
    Your favorite justification appeared to be on the internet the easiest thing to be aware of.
    I say to you, I definitely get annoyed while people consider worries that they plainly do not know about.
    You managed to hit the nail upon the top and defined out the whole
    thing without having side effect , people can take a signal.
    Will likely be back to get more. Thanks

  10. of course like your website but you have to test the spelling on quite a few of your posts.
    A number of them are rife with spelling problems
    and I find it very troublesome to tell the reality on the
    other hand I will definitely come back again.

  11. Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to mention that I
    have truly enjoyed surfing around your blog posts. After all I will be subscribing for your feed and I’m
    hoping you write once more soon!

  12. Hello this is somewhat of off topic but I was wanting to know if blogs use WYSIWYG
    editors or if you have to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding
    expertise so I wanted to get advice from someone with experience.

    Any help would be greatly appreciated!

  13. Hmm is anyone else having problems with the images
    on this blog loading? I’m trying to find out if its a problem on my end or
    if it’s the blog. Any feed-back would be greatly appreciated.

  14. I’m gone to convey my little brother, that he
    should also pay a visit this web site on regular basis to take
    updated from latest news update.

  15. When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment is added I get three e-mails with the same comment.
    Is there any way you can remove people from
    that service? Appreciate it!

  16. Do you mind if I quote a few of your articles as long as I provide credit and sources back to your site?
    My blog is in the very same area of interest as yours and my users would definitely benefit from a
    lot of the information you present here. Please let me know if this
    ok with you. Thanks a lot!

  17. Howdy would you mind stating which blog platform you’re working with?

    I’m planning to start my own blog in the near future but I’m
    having a hard time making a decision between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design and style seems different
    then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S My apologies for being off-topic but I had to ask!

  18. Hello! This is my first visit to your blog! We are a collection of volunteers and starting
    a new initiative in a community in the same niche. Your blog provided us useful information to work on. You have
    done a outstanding job!

  19. I do accept as true with all of the concepts you have presented in your post.

    They’re very convincing and will certainly work.
    Nonetheless, the posts are too short for beginners. May you please
    extend them a little from subsequent time? Thank you for the post.

  20. Hi there just wanted to give you a quick heads up.

    The text in your content seem to be running off the screen in Opera.
    I’m not sure if this is a format issue or something to do with web browser compatibility but
    I figured I’d post to let you know. The design look great though!
    Hope you get the issue solved soon. Many thanks

  21. Hi there would you mind stating which blog platform you’re using?
    I’m looking to start my own blog in the near future
    but I’m having a tough time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.

    The reason I ask is because your design and style seems different
    then most blogs and I’m looking for something
    completely unique. P.S Apologies for
    getting off-topic but I had to ask!

  22. I’m really loving the theme/design of your weblog.
    Do you ever run into any web browser compatibility issues?
    A small number of my blog readers have complained about my blog
    not operating correctly in Explorer but looks great in Chrome.
    Do you have any solutions to help fix this problem?

  23. Thank you a lot for sharing this with all people you really
    recognise what you are speaking approximately! Bookmarked.
    Kindly also consult with my site =). We will have
    a link change agreement between us

  24. Hi there! This article could not be written any better!
    Going through this post reminds me of my previous roommate!
    He constantly kept preaching about this. I will send
    this information to him. Fairly certain he will have a good read.
    I appreciate you for sharing!

  25. Write mⲟre, thats aⅼl I have to say. Literally, іtt seems as though yoᥙ relied on the video t᧐ make your point.
    Yoᥙ obviously қnow what youгe talking aboᥙt, why waste yoᥙr intelligencee ߋnn jսist postting videos to your weblog when yoս ciuld be giving uѕ something
    informɑtive to read?

    Also visit myy homeρage: mature adult phone chat

  26. Woah! I’m really loving the template/theme of this blog.

    It’s simple, yet effective. A lot of times it’s challenging to
    get that “perfect balance” between usability and visual appearance.

    I must say you have done a excellent job with this. Additionally, the blog loads super fast
    for me on Chrome. Exceptional Blog!

Leave a Reply

Your email address will not be published.