Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Sulut Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Nasional

by
Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum di kampus Unsrat Manado.

Manado – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, menyebutkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional.

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan saat menyampaikan Kuliah Umum Kebijakan Fiskal Indonesia di Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada Kamis (17/01/2018).

Acara kuliah umum yang dihadiri sekitar 4 ribu mahasiswa dari berbagai fakultas di Unsrat serta beberapa perguruan tinggi lainnya di Sulut.

Menurut Menteri Keuangan terbaik ini pertumbuhan ekonomi di Sulut tumbuh sebesar 5,66% dan berkontribusi sebanyak 12,53% pada pertumbuhan pulau Sulawesi (Triwulan III 2018). Ditegaskannya pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional di periode yang sama yaitu sebesar 5,17%.

Lebih jauh disampaikan Mulyani, pembangunan infrastruktur di Sulut mencakup Proyek Strategis Nasional sesuai Perpres 58/2017 yang antara lain; proyek jalan tol Manado – Bitung (39 km), proyek jalan non tol, Manado – Gorontalo (301,7 km).

Selanjutnya proyek bendungan dan jaringan irigasi di Lokak dan Kuwil Kawangkoan, program peningkatan jangkauan broadband, kawasan ekonomi khusus Bitung, serta proyek perikanan dan kelautan yaitu pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu Talaud.

“Artinya semua itu karena pengaruh masyarakat dan pejabat di daerah dan para dosen serta ASN yang taat membayar pajak terutama dari kalangan kampus Unsrat,” ujar dia.

Hal itu yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karena peningkatan pajak bisa membangun infrastruktur bagi masyarakat yang adil dan merata.

Dalam kesimpulannya, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa perekonomian nasional tahun 2018 tetap tumbuh positif di tengah kondisi ketidakpastian global. Realisasi APBN tahun 2018 menunjukkan kinerja yang sangat sehat dan kredibel.

APBN 2019 dijaga untuk terus sehat, adil, dan mandiri dengan terus mengoptimalkan penerimaan negara, melakukan belanja negara yang produktif serta memperkuat belanja untuk bencana alam dan mempercepat pembangunan di daerah.

Menteri Keuangan juga menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMD, BUMN, BLU, dan swasta perlu ditingkatkan untuk perekonomian yang makin maju, inklusif dan berkelanjutan karena masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh apa yang kita kerjakan saat ini.

Dalam penutupan kuliah umum, Menteri Keuangan mengajak hadirin untuk bersama mempersiapkan diri untuk meraih mimpi menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.

Penulis: Ishak Kusrant

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.