MPLS SMAN 3 Bitung Secara Daring Dan Luring Angkat Tema Saling Memahami Di Masa Pandemi Covid-19

by

Foto : Di ruangan Lab Komputer milik SMAN 3 Bitung, Kepsek Goldfriet Ronny Bawotong M.Pd memantau proses PLS secara Daring yang dipandu oleh para guru.

Bitung – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) bagi peserta didik baru khusus di SMA Negeri 3 Bitung mengajarkan siswa tentang saling memahami di masa pandemi Covid-19.

Persiapan yang sangat matang menghadapai MPLS secara Daring dan Luring dilakukan Kepsek dengan membuat buku pedoman.

Menurut Kepala SMAN 3 Bitung, Goldfriet Ronny Bawotong M.Pd yang ditemui kabarmanado.com di Sekolahnya Selasa (14/07) menyampaikan, saat In House Training dengan cepat sekolahnya mempersiapkan PLS bagi siswa baru.

” Kami langsung bergerak cepat menyiapkan buku panduan PLS baik secara Daring dan Luring,” jelas Kepsek.

Kata Kepsek, ada 90 siswa baru yang ikut PLS secara daring dan 16 siswa ikut secara luring.

” Siswa yang ikut secara luring ada 10 orang di Lembe Selatan dan 6 orang berada di Lembe Utara karena disana mereka tidak terjangkau jaringan internet,” Jelas Kepsek.

Foto : Siswa yang ikut luring dibawahkan buku pedoman PLS dan langsung menjelaskan kepada para siswa baru (istiwa)

Kata dia, dihari pertama PLS dibuka langsung oleh Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri dan diisi juga pemateri dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minut – Bitung, Drs Ernest Emor melalui via youtube mengangkat kebijakan Dinas Pendidikan Daerah di era pandemi.

Foto : talk show dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bitung dr. Pither Lumingkewas host Wakil ketua Osis Reflan Mook.

” Ada juga talk show dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bitung dr. Pither Lumingkewas mengangkat strategi menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19 dengan host Wakil ketua Osis Reflan Mook,” Kata Kepsek.

Lanjut Kepsek, dirinya sendiri mengangkat tentang arti dan makna wawasan wiyata mandala Serta pengembangan minat dan bakat siswa.

“Ya Wawasan adalah suatu pandangan atau sikap yang mendalam terhadap suatu hakikat dan sedangkan pendidikan mandala adalah tempat atau lingkungan wiyata mandala adalah sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan,” kata Bawotong.

Dijelaskan Bawotong, pada MPLS dirinya juga menjelaskan akan fungsi sekolah, ciri – ciri sekolah sebagai masyarakat belajar, prinsip sekolah, penggunaan sekolah, mekanisme dalam pelaksanaan wiyata mandala.

” Kami pihak sekolah khusus Daring semua pembawah materi langsung memberikan tugas pada siswa dan mereka langsung bisa menjawab,” katanya.

Untuk luring kata Bawotong, pihak sekolah sudah menyiapkan buku pedoman PLS dan ada 4 guru yang membawah langsung ke rumah siswa dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

” Para guru saat menyerahkan buku pedoman langsung menjelaskan kepada para siswa,” tutupnya.