Mudik Lebaran Ada Pengecualian, Ini Isi Surat Edaran Gubernur Sulut

by

Manado, Kabarmanado.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait peniadaan mudik dengan nomor 440/21.2415/Sekr.Ro-Hukum. SE tersebut mengatur larangan-larangan untuk masyarakat melakukan mudik lebaran di tahun 2021 ini.

Namun dari larangan-larangan tersebut ada poin pengecualian didalamnya. Apa saja? Mari simak. Jadi ada pengecualian bagi orang-orang yang memiliki kepentingan mendesak saat Lebaran, meliputi:

– Orang yang bekerja atau melakukan perjalanan dinas, seperti ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, atau pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan pimpinan.

– Kunjungan keluarga sakit.

– Kunjungan duka anggota keluarga meninggal.

– Ibu hamil (dengan 1 orang pendamping)

– Orang dengan kepentingan melahirkan (maksimal 2 orang pendamping)

– Pelayanan kesehatan darurat

Sementara itu, selain orang ada jugabpengecualian kendaraan yang boleh beroperasi dan melakukan perjalanan, yaitu:

– Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI

– Kendaraan dinas operasional, berpelat dinas TNI/Polri

– Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol

– Kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah Mobil barang dan tidak membawa penumpang

– Kendaraan untuk kesehatan darurat, ibu hamil dan keluarga intinya akan mendampingi.

– Kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bahkan dalam SE tersebut terdapat sanksi yang akan diberikan jika melanggar aturan. Sanski tersebut juga diakui Gubernur Sulut Olly Dondokambey. “Kalau melanggar pasti ada sanksinya. Ini adalah upaya bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Jadi mari kita patuhi semua aturan-aturan yang diberikan pemerintah,” kunci Gubernur OD.(Kifli).

tenor