OJK SulutGoMalut Terima 866 Aduan Sepanjang 2019

by

Manado – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorotalo dan Maluku Utara hingga akhir 2019 menerima sebanyak 866 aduan terkait pelayanan jasa keuangan yang ada di SulutGoMalut.

Dari total tersebut, ada 833 aduan yang berasal dari masyarakat Sulawesi Utara.

Kepala OJK SulutGoMalut melalui Kepala Bagian Pengawasan EKP, IKNB dan Pasar Modal, Ahmad Husain menuturkan, ada semua aduanyang disampaikan oleh masyarakat sudah ditindaklanjuti oleh OJK.

“Banyak sekali. Misalnya masalah pinalti 10 persen tanpa ada penjelasan di awal, pelunasan dipercepat tapi ditunda-tunda oleh bank, lelang agunan yang tidak sesuai ketentuan, masalah fidusia, dan masih banyak lagi,” kata Ahmad, di Manado saat media gathering, Jumat (14/2).

Ia menambahkan, selain aduan permasalahan yang sudah sering terjadi setiap tahun.

Ada juga keluhan yang kini mulai mendominasi jumlah laporan di OJK, yaitu masalah financial technologi (fintech) peer to peer (p2p) lending.

Menurut Ahmad, aduan terkait fintech saat ini memang meningkat, seiring dengan mulai banyaknya masyarakat yang tertarik dengan fintech karena bisa memperoleh modal dengan cara cepat dan tanpa agunan.

Dia berharap meski tawaran fintech ini cukup menggiurkan, masyarakat jangan mudah tergoda karena tidak semua fintech itu terdaftar dan di awasi oleh OJK.

Bahkan dari ribuan fintech yang kini beroperasi di Indonesia, baru 139 fintech yang terdaftar di OJK dan 25 sudah memperoleh izin operasi.