Pemeran Dalam Video Konten Pornografi Ternyata Korban Trafficking?

by
Pelaku saat dibawa ke Polda Sulut.

Manado – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) bergerak cepat untuk melakukan penyidikan terhadap kasus video berkonten pornografi yang viral di masyarakat melalui media sosial.

Setelah mendapat laporan masyarakat tentang video viral tersebut, Tim Resmob Polda Sulut langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya Tim Resmob menangkap satu orang dengan inisial HE alias Mon warga Sario Tumpaan karena diduga sebagai penerima yang menawarkan jasa pornografi dari wanita An yang diduga sebagai korban Trafficking.

Dir Reskrimum Polda Sulut Kombes Pol Trisulastoto Prasetyo Utomo melalui Katim Resmob AKP M. Aswar Nur SIK menjelaskan, pelaku Mon menawarkan kepada korban untuk melayani tamu laki-laki dengan menggunakan Aplikasi Mechat. Pelaku Mon dan korban kemudian bergerak ke salah satu hotel yang berada di Kecamatan Singkil, namun hanya beberapa waktu kemudian video konten pornografi kemudian tersebar ke masyarakat melalui media sosial sehingga jadi viral. “Modusnya, Mon yang diduga sebagai penyedia jasa membujuk wanita untuk mendapatkan keuntungan dengan cara menjual perempuan melalui aplikasi mechat dimana aplikasi tersebut adalah milik pelaku Mon tetapi menggunakan foto profil korban,” terang AKP Aswar.

Mon (Kiri) saat diinterograsi Tim Resmob.

Katim menegaskan, Pelaku ditangkap pada Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 21.45 Wita disalah satu hotel di Manado. Pelaku terancam Pasal 2 UU No. 21 thn 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara atau denda Rp 600.000.000.

Polda Sulut Kejar Perekam dan Penyebar Video:

Sementara itu Polda Sulut juga kini mengejar pelaku penyebar dan perekam video konten pormografi yang jadi viral di masyarakat. “Iya kami telah malakulan penyelidikan kasus tersebut dan kini dalam proses oleh Tim Siber Polda Sulut,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo di ruang kerjanya pada, Jumat (4/10/2019) pagi.

Sedangkan Kasubdit Ciber Crime Polda Sulut AKBP Dodi Ardiansyah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban dan saat ini kasus tersebut telah diselidiki oleh Tim Ciber. “Memang benar orang tua korban telah melapor, dan kasus ini telah ditangani oleh Tim Ciber dan PPA Polda Sulut karena korban dalam video viral tersebut masih dibawa umur,” tandas AKBP Dodi.

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.