Penutupan Beberapa Akses Tol, Ini Imbauan Lion Air

by

Jakarta – Sebagai bagian dari antisipasi pengoperasian kendaraan ganjil genap dan rencana penutupan beberapa akses jalan tol di Jakarta menuju bandar udara, Lion Air Group menyampaikan beberapa imbauan kepada calon penumpang.

“Kepada seluruh pelanggan untuk senantiasa memperhatikan waktu keberangkatan pesawat (schedule time departure) demi mengutamakan aspek kenyamanan perjalanan udara,” ungkap Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air dalam siaran pers yang diterima kabarmanado.com, pagi ini.

Danang mengimbau kepada seluruh pelanggan setia dan masyarakat dalam merencanakan perjalanan udara lebih awal sebelum jadwal penerbangan dan sudah berada di terminal keberangkatan khusus dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP) dan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK). “Para pelanggan mempersiapkan dokumen (tanda pengenal) sesuai yang tertera pada tiket dan check-in lebih awal sesuai terminal keberangkatan bandar udara. Hal tersebut guna meminimalisir dampak dari antrean panjang di meja pelaporan,” ujar dia.

Dalam memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas layanan, lanjut Danang, Lion Air Group memfasilitasi kepada pelanggan untuk dapat melakukan check-in secara online melalui website 24 jam sebelum keberangkatan.  “Pelanggan yang sudah mendapatkan e-boarding pass wajib melaporkan kembali sesuai nama, identitas dan tanggal keberangkatan di check-in counter pilihan tanpa bagasi atau dengan membawa bagasi,” ujar Danang.

Pihak Lion Air juga menghimbau kepada pelanggan untuk membawa dan menyimpan barang bawaan berharga pada bagasi kabin. Penumpang diperbolehkan membawa barang bawaan 1 (satu) pcs/koli dengan berat maksimal 7 (tujuh) kg dan dimensi maksimal 40 cm x 30 cm x 20 cm serta satu tas barang pribadi untuk keperluan selama perjalanan. “Untuk melindungi barang-barang bawaan dan mencegah kehilangan, kerusakan atau keterlambatan, Lion Air Group mengingatkan agar tidak menempatkan barang atau  benda yang mudah pecah, mudah busuk, atau barang pribadi penting dalam bagasi tercatat,” ujar dia.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.