Peringati Hari Bumi, IMPWK Unsrat Tanam Mangrove di Wori

by
Ikatan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan kota IMPWK Unsrat menggelar aksi penanaman mangrove, Sabtu (27/4/2019) di wilayah pesisir pantai Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

Wori – Ikatan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan kota (IMPWK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar aksi penanaman mangrove, Sabtu (27/4/2019) di wilayah pesisir pantai Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, yang diikuti oleh Puluhan mahasiswa.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Protect our species: Menjaga Kelestarian Hutan Mangrove pada Kawasan Pesisir Minahasa Utara”. Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna juga ikut berpartisipasi dalam menanam mangrove.

Kegiatan yang juga dirangkaikan dalam peringatan hari bumi itu, digelar untuk melestarikan kawasan hijau pesisir di Minahasa Utara, dengan tujuan utamanya mengajak generasi muda untuk saling peduli pada lingkungan, “Maka dari itu kami melakukan kegiatan ini dengan tujuan untuk menjaga benteng hijau dan melestarikan ekosistem pesisir terutama mangrove agar tetap terjaga dan berkelanjutan.” ujar Yohanes Paulus selaku Ketua Panitia kegiatan.

Selain dihadiri mahasiswa yang peduli dengan lingkungan, turut dihadiri juga Kepala Urusan Umum (KAUR UMUM) desa Wori Vecky Metusalah selaku perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Wori.

Metusalah sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan dari
IMPWK yang akan memperkuat benteng pesisir tersebut, “Saya merasa bangga kepada anak muda khususnya mahasiswa PWK Universitas Sam Ratulangi yang masih perduli akan kawasan hijau seperti ini khususnya di Wori, karena bagi masyarakat  ekosistem mangrove sangat memiliki nilai baik pada sektor pariwisata maupun ekonomi” pungkasnya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyerahkan sebanyak150 bibit muda pohon mangrove dari mahasiswa kepada para pemerhati lingkungan serta masyarakat Wori.

Ketua Karang Taruna Raymond Karoles mengatakan, kita harus belajar dari alam, sebab bukan kita yang menghidupi alam namun alamlah yang menghidupi kita, sehingga sangat diperlukan kegiatan seperti ini untuk menjaga benteng pesisir, karena bencana datang tidak ada yang mengetahui,.

“Diharapkan juga kegiatan ini tidak hanya sampai disini, namun ada kegiatan monitoring yang dilakukan setiap bulannya, sehingga mangrove yang ditanam bisa tumbuh dengan baik sebagaimana yang kita inginkan bersama,” tambah Karoles.

Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.