Perjuangan Para Guru SMA/SMK Wilayah Cabdin Talaud Kunjungi Rumah Siswa Belajar Secara Luring

by



Melonguane – Di masa pandemi covid-19, kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru ternyata tetap berjalan meski tidak harus melalui tatap muka di ruang kelas.
Siswa harus belajar dari rumah, untuk memutus mata rantau penyebaran covid-19. Sehingga pihak sekolah harus mengambil solusi model kegiatan pembelajaran apakah lewat daring, modul luring ataupun bentuk pembelajaran lain.

Kondisi berbeda terlihat di Kabupaten Talaud, ketika sebagian siswa di daerah lain sebagian besar belajar secara online atau daring. Di Kabupaten Talaud, belajar luar jaringan (luring) masih menjadi solusi paling efektif, mengingat hanya wilayah Melonguane, Beo dan Lirung yang punya akses internet mumpuni, sebagian wilayah masih sulit memperoleh akses internet.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Talaud Dinas Dikda Sulut Dr Sri Ratna Pasiak, mengatakan bentuk pembelajaran secara luring menjadi salah satu solusi yang banyak dilakukan SMA/SMK di Talaud.

“Jadi, guru-guru yang datang langsung ke rumah-rumah para siswa ini karena banyak siswa yang belum mampu dan juga tidak terjangkau jaringan internet,”kata Pasiak, Selasa (28/07).

Di mana, siswa dibagi per kelompok dalam jumlah kecil. Kemudian guru-guru yang datang ke rumah-rumah.

“Protokol kesehatan covid-19, tetap harus diterapkan. Jumlah siswa pun terbatas untuk belajar berkelompok,” katanya.

Sejauh ini, guru-guru tetap bersemangat untuk mengajar. Mereka datang ke sekolah untuk selanjutnya disebar ke rumah-rumah siswa sesuai jadwal yang telah ditentukan pihak sekolah.

“Sejumlah resiko bahkan harus ditanggung guru lantaran harus berkunjung ke rumah-rumah siswa. Bahkan tak sedikit yang mengalami cedera lantaran alami kecelakaan. Namun semangat guru-guru di Talaud begitu tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya juga, bahwa kendala yang dihadapi sebenarnya bukan halangan.
“Mereka tetap bersemangat, meski harus diakui masa pandemi covid-19, kami selalu ingatkan untuk mengutamakan keselamatan guru dan keselamatan para siswa,”ujarnya.

Untuk itu, Pasiak berharap ada peran orangtua siswa untuk mendukung pembelajaran secara luring. Meski harus diakui, masih banyak juga orangtua siswa yang kurang mampu.

“Mari bersama kita dukung pembelajaran di masa covid-19 ini. Semua apa yang kita korbankan semata-mata untuk menunjang dan menyiapkan generasi muda Talaud yang semakin maju dan berkualitas,” tukasnya.