Pertanian Masuk Sekolah, SMAN 8 Manado Kembangkan Tanaman Pangan

by

Manado – Pertanian Masuk Sekolah (Tani MaS) adalah kegiatan budidaya pertanian yang dilaksanakan oleh siswa dan guru di lingkungan sekolah di bawah tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan Provinsi bersumber dari dana APBN (Pusat) Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian Tahun 2019.

Sasarannya adalah bagi siswa SMA / SMK / MA di 34 Provinsi di Indonesia dan setiap Provinsi ada 2 sekolah yang dipilih.

Untuk di Sulawesi Utara sendiri ada 2 sekolah yang dipilih yaitu di SMA Negeri 8 Manado dan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Kalasey.

Menurut Kepala SMAN 8 Manado, Mediatrix Maryani Ngantung saat ditemui di Sekolahnya belum lama ini mengatakan, keluarga besar SMAN 8 Manado sangatlah bersyukur bisa dipilih mendapatkan program tersebut.

” Walaupun kami bukan sekolah pertanian, tetapi para siswa kami bisa belajaran membudidaya tanaman pangan,” ungkap Ngantung.

Sementara melalui Ketua Tim (PMS) SMAN 8 Manado, Tiny Kalempouw, S.Pd yang juga Guru Bahasa Jerman ini mengatakan, tujuan dari Pertanian Masuk Sekolah ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian, menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur, memperbaiki dan akses makanan.

” Ya untuk kriteria Sekolah lokasi Pertanian Masuk Sekolah yakni sekolah berlokasi di Ibukota Provinsi atau Kabupaten terdekat dengan Ibukota Provinsi, memiliki lahan / kebun sekolah minimal 500 meter persegi, merupakan sumber air untuk budidaya pertanian, diutamakan yang memiliki ekstrakurikuler pertanian, pihak sekolah (guru dan siswa) proaktif dan senang, mempunyai lahan untuk membangun rumah bibit minimal 15 meter persegi,” jelas dia.

Lanjutnya, dalam pelaksanaannya Sekolah bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulut dan mereka melakukan penyuluhan dan bimbingan dengan dilakukan pendampingan.

” Bantuan yang diberikan sebesar Rp 50 juta dan ini semua sekolah sama besarannya yang didapat,” katanya.

Lanjut dia, saat ini pihak sekolah telah menanam Tomat, cabe, bawang daun, boncis, kacang panjang, kangkung, bayam, kemangi, kunyit, sawi, labu siam, semangka, pepaya, terong, sayur kol dan lainnya.

” Kami sudah mulai dari 29 November 2019 dan akan panen nanti pada Bulan Maret 2020 dan khusus kangkung kami sudah panen duluan,” jelasnya.

Kata Tiny, dalam penanaman dibagi dalam tiga bagian yakni pembuatan templot, hidroponik dan rumah bibit yang disiapkan lewat polibek.

” Selama ini sudah ada dua kunjungan dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yakni yang datang langsung Kepala Badan Pangan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Dr Ir Agung Hendriadi,” jelas dia.