Pesan Kepsek SMKN 2 Manado Pada Workshop Jurnalistik Siswa Kerjasama JPS

by

Manado – Penguatan Pendidikan bagi para siswa – siswi kembali digali Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS) melalui Workshop Jurnalistik Siswa.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala SMK Negeri 2 Manado, Robyn Koloway yang berlangsung di SMK Negeri 2 Manado pada Jumat (13/12) pagi mulai pukul 08.00 Wita dengan membuka 40 peserta dari para Siswa – Siswi berbagai jurusan.

Kepala SMKN 2 Manado, Robyn Koloway mengatakan, dia sangat bersyukur para siswa akan mendapatkan ilmu dari para pakar bidang dan ini adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi mereka.

“Memang selama ini belum ada yang melaksanakan kegiatan seperti ini dan barulah JPS yang bisa dilaksanakannya dan ini sangat baik untuk peningkatan karakter siswa,” ungkap Koloway.

“Semoga karakter mereka dapat terbentuk dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Sementara melalui Ketua Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS), Zulkifli Madina mengatakan, dalam lokakarya kali ini akan menghadirkan dua pemateri dari Ketua Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado Yoseph E Ikanubun yang juga ahli Pers di Sulut, di mana di sesi kedua adalah Ketua Asosiasi Media Siber (AMSI) Sulut, Agustinus Hari.

“Untuk pemateri dari Yoseph Ikanubun, akan disampaikan tentang Pers dan Jurnalistik, kemudian diselesaikan dengan Media Sosial dan Bagaimana Melawan Hoaks,” ungkap Kifli.

“ Beda media sosial dengan media pers, dimana media pers adalah berbadan hukum, ada penanggungjawab, serta dikelola oleh wartawan professional dan Sedangkan media sosial tidak ada penanggung jawab, dan informasi yang ada belum tentu benar, dan menjadi sarana penyebaran hoaks,” ungkap dia.

Kata kifli, siswa dipahami akan hal ini dan jangan sampai mereka tidak tahu.

“Ini yang harus diperhatikan, jangan sampai adik-adik ikut menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak benar, karena  ada ancaman hukumannya,” ujar kifli.

Lanjutnya, Setelah mereka dapat materi memahami tentang teori jurnalistik, media sosial, dan mencegah hoaks, materi selanjutnya disampaikan oleh Hari adalah bagaimana melakukan reportase, wawancara dan menulis berita.

“Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan reportase adalah menentukan topik, dan langkah-langkah perencanaan dan melakukan liputan,” ujar dia.

Kata Kifli, setelah materi selesai, para siswa diberikan kesempatan untuk membuat laporan dan wawancara untuk membuat berita dan pada bagian paling akhir, para siswa akan mempresentasikan hasil berita yang telah dibuat.