Pesan Uskup Manado di Pesta Pelindung Paroki Santu Josep Kawangkoan

by
Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Kawangkoan – Umat Katolik Paroki Santu Josep Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (17/03/2019), merayakan peringatan pesta pelindung. Perayaan ini menjadi lebih semarak dengan kehadiran Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC yang memimpin perayaan ekaristi.

Dalam kesempatan itu, uskup mengingatkan tentang makna kesederhanaan yang dijalankan oleh Santo Josep.

“Bagi umat Katolik, hari ini adalah Minggu Pra Paskah kedua. Pra Paskah atau Ret-ret Agung Umat Katolik selama 40 hari. Dalam tradisi Katolik, masa ini diisi dengan tiga hal yakni doa, puasa dan amal,” ungkap uskup sambil menambahkan, juga diisi dengan dengan aksi puasa pembangunan.

Selain merayakan Minggu Pra Paskah kedua, lanjut uskup, secara khusus Umat Katolik di Kawangkoan merayakan Pesta Pelindung Paroki yakni Santu Josep yang diperingati pada 19 Maret. “Diperingati Santu Josep sebagai suami Maria. Pelindung Keluarga Kudus,” ujar Mgr Untu.

Uskup mengungkapkan, dalam kalender liturgi Masa Pra Paskah Kedua, bacaan tentang Yesus menampakkan diri di Gunung Tabor atau yang dikenal dengan peristiwa Transfigurasi. “Peristiwa ini disaksikan Petrus, Yakobus dan Yohanes. Juga ada Musa dan Elia. Yang mau ditampilkan adalah, ada kemuliaan dalam diri Yesus, meski dalam kesehariannya Yesus begitu sederhana,” ujar uskup.

Uskup menambahkan, di balik sosok Yesus yang sederhana ternyata punya kemuliaan yang datang dari Bapa di Surga. “Kaitannya dengan Santu Josep. Adalah sosok sederhana, seorang tukang kayu. Diangkat menjadi bapak pengasuh Yesus dengan segala kemuliaanNya,” ujar uskup.

Di sela-sela perayaan ekaristi itu, uskup melantik Dewan Keuangan Paroki (DKP), Dewan Pastoral Paroki (DPP), dan Dewan Pastoral Stasi (DPS). Selain itu juga dilantik Panitia Pertemuan Raya dan Konferensi Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado tahun 2021.

Pastor Paroki Santu Josep Kawangkoan, Pastor Siprianus Motoh Pr mengatakan, meskipun masih dalam masa Pra Paskah, namun perayaan pesta pelindung tetap dilaksanakan dalam kesederhanaan. “Perayaan ini tetap jalan, meski dalam kesederhanaan masa Pra Paskah,” ujar Pastor Motoh.

Usai perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan ramah-tamah yang dihadiri umat dari stasi-stasi yang ada di Paroki Kawangkoan, Kapolsek Kawangkoan, Kapolsek Tompaso, Badan Pengurus KBK Keuskupan Manado, serta tokoh umat Katolik Keuskupan Manado di antaranya, Lucky Aldrin Senduk.

Turut memeriahkan rangkaian kegiatan ini adalah Minahasa Youth Choral yang merupakan paduan suara anak muda lintas gereja yang ada di Kawangkoan.

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.