Pesan Wali Kota Manado di Jemaat GMIM Bethel Winangun

by
Penatua GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, bersama Ketua Tim Penggerak PKK serta Pelayan Khusus GMIM Bethel Winangun.

Manado – Jemaat GMIM Bethel Winangun Wilayah Manado Winangun, patut berbangga dan menaikkan syukur karena orang nomor satu di kota Manado ini menjadi Khadim dalam ibadah pengucapan syukur kota Manado Minggu (9/9/2018).

Penatua GS Vecky Lumentut memimpin ibadah syukur perayaan pengucapan syukur kota Manado atau yang lebih familiar di telinga masyarakat thanksgiving. Wali Kota Manado selaku Ketua Komisi Pelayanan Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM mendapat panggilan iman untuk memimpin ibadah Pengucapan Syukur, di Jemaat GMIM Bethel Winangun.

Dalam khotbah yang diambil pada bacaan Alkitab Kejadian 49: 1- 28, Khadim Penatua Vicky Lumentut mengingatkan jemaat akan pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Penatua Lumentut mengatakan, dalam bacaan Alkitab, Yakub memberikan wejangan dan nasihat kepada anak-anaknya sebelum dia menghadap Sang Pencipta. Wejangan dan nasihat ini sangat penting agar anak-anak Yakub tidak menyimpang dari ajaran Tuhan. “Apa yang dilakukan Yakub menjadi contoh dan teladan bagi umat Tuhan yang hidup di era modernisasi, Yaitu berkat, teguran, dan harapan. Torang semua harus belajar dari Yakub taat dan setia pada Tuhan, agar bisa melanjutkan berkat ini kepada anak-anak kita,” terang Penatua Vicky Lumentut.

Lumentut dalam melanjutkan khotbahnya menjelaskan, torang pe anak-anak kita berkati dengan doa kita, dengan ajaran kita supaya mereka bisa percaya dan menerima dia sebagai juruslamat. Wali Kota pilihan rakyat Manado itu mengatakan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Manado, aspek kerukunan sesama warga kota tetap terjaga karena Manado adalah rumah besar bagi semua suku, agama, ras dan antar-golongan. “Manado adalah rumah besar kita bersama. Siapapun dia, jika dia adalah warga Manado akan diperlakukan dengan baik. Karena, Manado menjadi tempat bertemu berbagai suku, agama, ras dan antar-golongan. Makanya, hari ini semua masyarakat dari seluruh agama dan lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tandasnya.

Ibadah pengucapan syukur yang dihadiri ratusan anggota Jemaat GMIM Bethel Winangun, boleh dikata berbeda karena semua pelayan khusus penatua, syamas maupun Khadim memakai pakaian adat suku Minahasa untuk lebih menonjolkan kearifan lokal yang ada, serta ibadah menggunakan bahasa Manado.

Dalam Ibadah ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Prof Julyeta PA Lumentut Runtuwene, Sekda Dr Pieter KB Assa, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Bethel Winangun Pdt Roy Lengkong STh, Kadis Pora Manado Laurens Umboh, dan sejumlah pejabat Pemkot Manado dan anggota DPRD kota Manado serta Provinsi Sulut.

 

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.