PKM Tim Fapet Unsrat Pada Kelompok WKI Jemaat Bukit Moria Winangun Manado

by

Tim PKM Fapet Unsrat 2019

Manado – Warga kota Manado selalu diperhadapkan dengan derasnya kemudahan memperoleh kuliner termasuk jajanan yang masuk sampai ke pelosok kota termasuk ke lingkungan-lingkungan Kelurahan. Jaminan higienis tidaknya kuliner yang ditawarkan sering kali tidak dipersoalkan sekalipun disadari tidak semuanya berdampak baik bagi kesehatan. Sebagai warga Gereja Wanita kaum ibu juga bertanggungjawab dalam hal menyiapkan makanan yang dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga dan seringkali juga dijumpai tingkat pengetahuan yang minim akan nilai gizi jajanan atau kuliner yang beredar dengan harga murah.

Berbagi ilmu melalui kegiatan Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang juga diemban oleh Staf Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Unsrat. 

Melalui Dana PNBP Unsrat Tim dari Fakultas Peternakan yang diketuai oleh Dr. Ir. Betty Bagau, MP dan anggota Ir. Meity R. Imbar. MP berkesempatan melaksanakan program ini dengan memanfaatkan tenaga laboratorium yang kompeten  dibidang Teknologi Hasil Ternak yaitu Christina S. Junus, S.Pt. Kelompok Miitra pengabdian adalah Wanita Kaum Ibu Kolom 6 Jemaat GMIM Bukit Moria Winangun Kota Manado.

Aktivitas rutin yang dilakukan oleh Kelompok WKI ini disetiap pertemuan adalah melaksanakan ibadah untuk meningkatkan kecintaan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga diselingi dengan kegiatan sosial lainnya. Rutinitas kegiatan sebaiknya diisi dengan kegiatan yang kreatif termasuk pembekalan/pelatihan yang dapat mendatangkan manfaat bagi Wanita Kaum Ibu dalam menjalankan tanggungjawab sebagai Istri dan Ibu dalam keluarga dengan memiliki keterampilan khusus. Hal inipun sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Sinode GMIM yaitu pemberdayaan Ekonomi Jemaat/Keluarga.

Betty Bagau dan Meity R. Imbar mengatakan, pelaksanaan Program Kemitraan pada Masyarakat (PKM) dilakukan pertama Metode Penyuluhan/Pembekalan Kedua Demonstrasi. Materi penyuluhan diberikan untuk memberi pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi asal ternak, mengapa memilih menggunakan bahan dasar daging ayam, karena dari segi harga daging ayam merupakan produk ternak yang dapat dijangkau oleh kebanyakan masyarakat.

Menurutnya, secara teoritis anggota WKI dibekali dengan cara mempersiapkan dan mengolah daging ayam untuk dibuat bakso dan nugget dengan menggunakan campuran atau bahan tambahan yang aman bagi manusia yang mengkonsumsi sehingga dihasilkan produk olahan yang berkuaitas dan higienis.

Kegiatan ini direspons baik oleh pimpinan ibu (UPK Wanita kaum Ibu) Jemaat GMIM Bukit Moria Kolom 6 yaitu Ibu Jeane Niode Liwoso, hal ini ditandai dengan kehadiran dan keaktifan ibu-ibu dalam mengikuti penyuluhan dan demonstrasi.

Setelah pelaksanaan kegiatan ini sekalipun singkat sangat diharapkan akan memberi manfaat untuk pemenuhan gizi keluarga, demikian juga anggota keluarga memperoleh variasi menu yang berkualitas dan juga dapat dijual sehingga keluarga mendapat tambahan pendapatan. “Terima kasih atas kerjasama ini, semoga bermanfaat,” kata Betty Bagau dan Meity R. Imbar. (*)

Editor: Ishak Kusrant

tenor

One thought on “PKM Tim Fapet Unsrat Pada Kelompok WKI Jemaat Bukit Moria Winangun Manado

Leave a Reply

Your email address will not be published.