Polimdo Manado Edukasi Masyarakat, Limbah Sampah Jadi Kerajinan Tangan

by

Manado – Kementrian riset teknologi dan pendidikan (Ristekdikti) politeknik negeri manado (Polimdo) lakukan pengabdian pada masyarakat, berlokasikan Gereja Masehi Injili Di Minahasa (GMIM) Viadolorosa Kairagi Dua, Sabtu (25/5/2019).

Bentuk pengabdian yang dilakukan berupa pembelajaran limbah plastik untuk pembuatan souvenir dan kreasi seni bagi wanita kaum ibu dari kolom 1 sampai 34 jemaat Gmim Viadolorosa kelurahan kairagi dua, kecamatan mapanget kota Manado.

Kegiatan pembelajaran mengelolah sampah plastik menjadi souvenir kepada ibu-ibu Jemaat GMIM Viadolorosa dipandu langsung Manager Teknik dari Bank Sampah Simfoni Watutumou dua Jemmy Makasala pantolaeng.

Pembelanjaran dilakukan dengan berbagai tahapan, Pertama mengumpulkan sampah bekas, dipilah kemudian diolah menjadi bahan yang bisa dijadikan kerajinan. Terlihat Jemmy melatih ibu-ibu membuat kerjinan bunga untuk hiasan rumah.

“Pengabdian ini dilakukan pertama kepada ibu-ibu Jemaat GMIM Viadolorosa Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget kota Manado, di karenakan ibu-ibu lebih dekat dari namannya sampah” kata Ketua Tim Pengabdi P2M Polimdo Prof. Bet EL Silisna Lagarense, MMTour.

Ketua Tim Pengabdi menjelaskan, hari ini kami mencoba membekali ibu-ibu untuk bisa memanfaatkan sampah disekeliling mereka, untuk di jadikan bahan kerajinan dan bisa di manfaatkan di rumah, seperti bunga maupun hiasan, bebernya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan Polimdo. Ide ini pertama, karena kita sudah bekerja sama dengan bank sampah yang ada di Sulut, sehingga timbulah ide untuk membuat kegiatan bersama ibu-ibu yang ada di jemaat Gmim Viadolorosa kairagi dua, kecamatan mapanget manado, untuk mencoba pembelajaran mengenali sampah yang bisa di daur ulang menjadi bahan yang  bisa bermanfaat, tuturnya.

“Kegiatan pelatihan ini akan berkelanjutan, bukan pada hari ini saja, sekirannya ibu-ibu bisa aktif mencoba melatih di rumah masing-masing, mari manfaatkan sampah kita menjadi bahan bernilai,” tutup Bet.

Akademisi Agus Walansendow, SE.MM.M.Si menambahkan pelatihan mengelola sampah untuk dijadikan bahan hiasan dan bermanfaat, ini bukan sekedar untuk menjadi hiasa rumah saja, tetapi ini juga bisa menambah nilai ekonomi bagi ibu-ibu, di mana, kerjinan seperti pembuatan pot bunga dari baju bekas dan di hiasi bunga yang terbuat dari tas plastik bekas, bisa di jual kembali. “Selaku peserta, kami mendapatkan banyak pengetahuan mengenai pelatihan pengelolaan sampah yang bisa di jadikan hiasan rumah” Ungkap Reyne Tiwang selaku peserta pelatihan.

Dari pelatihan ini, akan mencoba mempraktekan di rumah dengan beberapa pengetahuan yang sudah di ajarkan, sedangkan ibu-ibu Jemaat GMIM Viadolorosa yang ikut dalam pelatihan pengelolaan sampah berjumlah 60 orang.

Editor:  Ishak Kusrant

One thought on “Polimdo Manado Edukasi Masyarakat, Limbah Sampah Jadi Kerajinan Tangan

Leave a Reply

Your email address will not be published.