Presiden Jokowi Berbaju Adat Aceh di HUT ke-73 RI

by
Presiden kali ini mengenakan busana adat asal Aceh. Tampak Presiden mengenakan baju Meukeusah lengkap dengan penutup kepalanya. (Foto: Biro Pers, Sekretariat Presiden)

Jakarta – HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia hari ini kembali dimeriahkan dengan sejumlah penampilan yang berbeda. Presiden Joko Widodo dan para pengawalnya (Paspampres) tampak mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam siaran pers yang diterima kabarmanado.com dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengungkapkan, tamu undangan yang memadati halaman Istana Merdeka juga banyak yang mengenakan pakaian adatnya masing-masing. Sebagaimana diketahui, sejak peringatan kemerdekaan tahun lalu Presiden Joko Widodo menggagas penggunaan pakaian daerah bagi para tamu undangan sebagai bentuk apresiasi bagi keberagaman budaya Nusantara. “Ya negara kita ini adat dan tradisinya banyak sekali. Pakaian adat juga banyak, ratusan mungkin ribuan,” ujar Presiden.

Presiden sendiri mengaku kali ini mengenakan busana adat asal Aceh. Tampak Presiden mengenakan baju Meukeusah lengkap dengan penutup kepalanya. “Memang banyak pilihan-pilihan dan yang saya pilih ini (busana Aceh),” ucapnya.

Adapun Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak mengenakan busana adat Minangkabau. Juru foto Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden sempat mengabadikan keduanya dengan baju adat tersebut sebelum upacara dimulai.

Tak ketinggalan, para pengawal Presiden (Paspampres) juga tampak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Ada yang sengaja mengenakan busana dari Jawa Barat, Sumatra Barat, Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, dan lainnya. Mereka tetap sigap menjalankan tugasnya meski mengenakan baju adat itu.

 

Presiden Ajak Rakyat Jaga Kerukunan dan Persatuan

Indonesia hari ini memperingati ulang tahun ke-73 kemerdekaannya. Menjelang berlangsungnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya bagi rakyat Indonesia. Ia mengatakan bahwa di HUT ke-73 Republik Indonesia ini, rakyat Indonesia harus lebih optimistis dan semangat dalam membina persatuan dan kerukunan antarsesama.

“Kita harus memberikan porsi yang lebih banyak kepada kerukunan, persatuan, dan kesatuan karena stabilitas politik dan keamanan merupakan modal yang paling fundamental dalam membangun negara ini,” ucapnya di sisi barat Istana Merdeka, Jumat pagi, (17/08/2018).

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Presiden menjelaskan bahwa persatuan dan kepedulian yang ditunjukkan segenap komponen bangsa merupakan sebuah kekuatan yang disegani bangsa-bangsa lain. “Bangsa Indonesia yang tetap bersatu, berbagi, dan peduli pada sesama anak bangsa membuat negeri ini bukan hanya sekadar nama atau gambar sederetan pulau di peta dunia, melainkan menjadi sebuah kekuatan yang disegani bangsa-bangsa lain di dunia,” cuitnya pada pukul 08.40 WIB.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.