PT Cargill Lestarikan Ekosistem Laut di Teluk Amurang Bersama Manengkel Solidaritas

oleh -438 views
Kegiatan Transplantasi Karang dari PT Cargil bersama Manengkel Solidaritas dan DLH Sulut.

Manado — PT Cargill bekerjasama dengan Manengkel Solidaritas  berinisiatif memperbaiki ekosistem laut di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara yang rencananya pada Jumat 05 April 2019.

Imelda Tandako, Plant Manager PT. Cargill Indonesia di Amurang, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program jangka panjang perusahaan yang dimulai dari memperbaiki lingkungan laut.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahan terhadap masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan,” ungkap Imelda melalui rilis yang diterima kabarmanado.com.

Kata dia, dengan cara kegiatan transplantasi karang akan membatu melestarikan ekosistem laut

“Ada sebanyak 240 bibit karang jenis Genera Arcopora yang telah tertanam di 20 modul transplantasi dan sudah siap disemai pada Jumat (5/4/2019),” ungkapnya.

Lanjut dia, Perusahaan juga akan mempersiapkan program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kapasitas dan peluang usaha mandiri yang terintegrasi dengan program dari pemerintah daerah.

“Program ini juga adalah lanjutan perusahaan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut dan Kabupaten Minahasa Selatan dan disponsori LSM yang bergerak di bidang lingkungan, Manengkel Solidaritas,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini juga akan melibatkan masyarakat setempat secara aktif untuk bersama-sama menanam bibit-bibit karang itu.

“Metode transplantasi karang blok tipe meja ini, tidak hanya akan memberi manfaat untuk masyarakat di Desa Kapitu saja, tetapi harapannya bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat yang berada di area kawasan Teluk Amurang,” harapnya.

Dia menjelaskan, alasan kegiatqn ini dilakukan karena 40 % dari mereka menggantungkan hidupnya di pesisir dan laut sebagai mata pencaharian utama.

Hal senada diungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut, Ir Marly E Gumalag MSi. Dia mengatakan, manfaat transplantasi karang ini kedepan dapat dirasakan oleh masyarakat karena akan terciptanya ekosistem laut yang baik, dan membuat jumlah ikan juga akan meningkat.

“Dulu orientasi program konservasi hanya mengenai satu objek saja, tanpa menimbang dampak kepada manusia yang bersentuhan dengan objek tersebut dan membuat di beberapa tempat sering terjadi permasalahan, untuk itu program seperti ini haruslah sesering mungkin dilakukan,” ungkapnya.

Kata Gumalag, saatnya harus melakukan konservasi, selain berdampak bagi lingkungan, juga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, seperti peningkatan jumlah ikan di areal tersebut sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat yang ada.

Sementara berdasarkan survey Manengkel Solidaritas di teluk Amurang, yaitu memiliki ekosistem pesisir yang lengkap

Ketua Manengkel Solidaritas (Kiri Depan) saat Diskusi dengan Ahli Mamalia Laut Dr. Putu Liza Kusuma (Icha).

Ketua Manengkel Solidaritas Sulut, Sella Runtulalo membenarkan hal tersebut. Kata dia, survey ekologi yang dilaksanakan bersama PT Cargill di perairan Desa Kapitu, Minahasa Selatan, ternyata mendapati adanya ekosistem pesisir yang lengkap. Ekosistem itu adalah Terumbu Karang, Lamun dan Mangrove.

“Untuk itu, kami mengidentifikasi desa tersebut (Kapitu) bisa dijadikan area rehabilitasi, karena masuk dalam area penting di sekitar Teluk Amurang,” ujarnya.

Runtulalo mengatakan, ketiga ekosistem inilah merupakan kunci dari kesuburan dan keanekaragaman laut. Termasuk di dalamnya adalah memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar teluk Amurang.

“Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga ekosistem itu sebagai kelangsungan hidup dan pelestarian lingkungan di masa depan,” ungkapnya.

Penulis: Ishak Kusrant

tenor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.