Rapat KSO Kepesertaan Perlindungan Pekerja Lintas Agama

by
Bertempat di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Senin (30/07/2018), BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan Rapat Koordinasi Kerjasama Operasional (KSO) kepesertaan perlindungan pekerja lintas agama di Provinsi Sulut.

Manado – Bertempat di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Senin (30/07/2018), BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan Rapat Koordinasi Kerjasama Operasional (KSO) kepesertaan perlindungan pekerja lintas agama di Provinsi Sulut.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdaprov Sulut, Drs Edyson Humiang MSi membuka dengan resmi kegiatan itu.

Acara yang merupakan tindak lanjut dari program target kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut setelah sukses meraih rekor MURI di tahun ini juga dengan program target 35.0000 peserta baru dari Pekerja Lintas Agama.

Dalam sambutannya Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Tri Candra Kartika mengatakan, kegiatan tersebut sudah menginspirasi bagi kantor BPJS  Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Multiplier efeknya adalah tercipta kerukunan antar umat beragama. “Dan peran penting Pemerintah Provinsi Sulut bahwa program tersebut harus bertindak lanjut secara teknis siapa dan apa manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan tidak hanya seremonial belaka,” ujar dia.

Telah menjadi inspirasi bagi BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia bahwa perlindungan terhadap pekerja lintas agama untuk menciptakan kerukunan umat beragama. “Menjadi peran penting bagi pemerintah daerah yang bersinergi dengan kegiatan yang berkelanjutan sebagai program yang bermanfaat,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, perkembangan beberapa peserta dari pekerja lintas agama yang mengalami resiko kematian telah dilakukan penyerahan jaminan kematian dalam bentuk santunan dari tingkat  paling bawah sampai tingkat atas. “Dengan rapat koordinasi ini diharapkan akan tersosialisasi sehingga para pekerja lintas agama mengetahui proses hak hak dan kewajibannya,” tandas Candra.

Pada prinsipnya BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan proses untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap resiko dari ke 35.000 pekerja lintas agama.”Harapan kami akan dapat meningkatkan forum silatutahmi dan juga  evaluasi serta bagian dari kerukunan umat beragama,” ujar Candra.

Dia berharap masyarakat menjadi aman dan tentram dengan memahami program perlindungan jaminan soasial dari BPJS Ketenagakerjaan.

 

Penulis: Linda Setiawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.