Rektor Unima: Jangan Ada Kekerasan pada Ospek

by
Rektor Unima Prof Dr Ir Julyeta Runtuwene MS DEA

Tondano – Memasuki tahun ajaran baru, terlebih di perguruan tinggi ada sebuah program yang dikenal sebagai Program Pengenalan Kampus, yang kini disebut dengan PK2MB atau Ospek.
Pada dasarnya program ini bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus, nilai dasar perguruan tinggi serta penggunaan sarana dan prasarana dalam kampus yang bisa menunjang perkuliahan.
Namun, PK2MB tidak seperti yang terjadi di lapangan, dalam beberapa kasus bahkan jatuh korban jiwa gara-gara Ospek yang terlalu berlebihan, hingga pada cara-cara berlebihan yang berbau mesum pun sering ditemui dalam program ini.
Hal ini kemudian menuai sorotan dari banyak pihak, termasuk juga PK2MB yang ada di Universitas Negeri Manado (Unima). Terkait dengan hal tersebut, Rektor Unima Prof Dr Ir Julyeta Runtuwene MS DEA angkat bicara.
Runtuwene mengatakan, dalam berbagai kegiatan selalu mengingatkan agar mahasiswa yang menjadi panitia untuk tidak bertindak jauh dari tujuan sebenarnya diadakan PK2MB. “Berulang kali selalu diingatkan agar para mahasiswa baru ini diberi pengenalan kampus dan materi tentang lingkup kampus, jangan ada kekerasan,” ujar Runtuwene, Rabu (25/07/2018).
Di Unima, Ospek akan dilaksanakan pada akhir bulan ini atau pada tanggal 30 Juli nanti. Untuk itu, banyak yang berharap agar ospek tidak menggunakan kekerasan. Salah satunya datang dari mahasiswa baru dari Papua.
Mahasisa yang akan mengambil jurusan PTIK itu juga mengatakan bahwa ia siap untuk mengikuti PK2MB. “Iya. Saya ikut. Saya berharap agar tidak ada kekerasan dan juga supaya tidak ada perpoloncoan,” ujarnya ketika ditemui di halaman kantor pusat Unima.
Tim Media Center Unima, Dr Goinpeace Tumbel MAP saat dikonfirmasi terkait dengan materi yang ada dalam PK2MB ini mengatakan ada beberapa materi, namun tidak termasuk materi pengembangan fisik. “Senin depan, pengembangan fisik itu tidak ada. Pemberian materi orientasi pengenalan kampus, profil kampus, pengenalan organisasi mahasiswa,” ujar Tumbel.

Penulis: Wirno Bungkul

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.