Rencana Upacara Bendera Setengah Tiang di Kampung Bobo Manado

by
Negosiasi yang alot antara warga Kampung Bobo dengan aparat keamanan. (Foto: Istimewa)

Manado – Sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyatnya, warga Kampung Bobo, Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, Manado, Jumat (17/08/2018), mengagendakan upacara bendera setengah tiang. Bagaimana reaksi aparat terkait agenda ini?

Pantauan kabarmanado.com, sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita, puluhan warga Kampung Bobo sudah berkumpul sekitar Boulevard Dua Manado. Tak hanya warga, puluhan aparat gabungan dari TNI dan Polri juga berjaga-jaga di situ. Warga yang didampingi beberapa aktivis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado kemudian bergerak menuju saah satu lokasi tanah kosong di depan sebuah mushola. Tiba di sana, puluhan aparat TNI dan Polri juga sudah berjaga-jaga di sana. Bahkan mobil patroli ikut diparkir di tanah lapang tersebut. “Rencananya memang akan ada upacara bendera setengah tiang di sini,” ungkap Aryati Rahman dari LBH Manado.

Selanjutnya yang terjadi adalah saling foto dan mengambil video antara warga dan LBH Manado serta aparat keamanan dengan jarak lebih kurang 20 meter. Tampak juga Direktur LBH Manado, Jecksen Wenas berada di lokasi bersama sejumlah personil LBH Manado lainnya. “Tidak boleh ada pengibaran bendera setengah tiang. Ini hari kemerdekaan,” ujar salah satu aparat keamanan.

Setelah terjadi negosiasi yang cukup alot, aparat keamanan tetap tidak mengizinkan adanya upacara bendera setengah tiang di Kampung Bobo, Manado.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.