Satu Balita di Tuminting Manado Tewas Terkena Longsoran

by
Petugas Kepolisian dari Direktorat Samapta Polda Sulut perahu karet untuk melakukan evakuasi.

Manado – Hujan deras yang turun sejak Kamis (31/1/2019) malam hingga Jumat (1/2/2019) siang menyebabkan kota Manado di kepung banjir dan tanah longsor. Satu balita di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, tewas tertimbun material longsor.

Data yang dirangkum kabarManado.com, longsor yang terjadi di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting menimpa Keluarga Lapian Bendah. Salah seorang anak mereka yang baru berusia 1 tahun yaitu Natalia Lapian menjadi korban longsor sehingga meninggal di lokasi.

Dari kronologis kejadian, sebelum terjadi tanah longsor korban bersama saudara kembarnya serta orang tua mereka berada di dalam kamar. Tiba-tiba terdengar material longsor yang menimpa bangunan rumah mereka, orang tua korban segera segera berlari keluar dan menyelamatkan seroang anak mereka.

Namun malang, balita 1 tahun yang masih berada diatas ayunan tidak bisa diselamatkan sehingga tertimpa material longsor.

Akibat banjir dan longsor yang mengepung kota Manado, menyebabkan ratusan rumah terendam banjir terutama yang berada di dekat bantaran sungai, sedangkan ruas jalan trans Sulawesi sebagian juga tertutup material longsor. Pihak terkait juga telah melakukan evakuasi terhadap korban longsor dan menyiapkan lokasi pengungsian.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, Tim Sar dari Polda Sulut yaitu Direktorat Samapta telah diturunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang terkena banjir dan longsor.

“Selain itu ada juga satuan lalu lintas yang berada di jalan untuk membantu kelancaran lalu lintas yang tekena kemacetan akibat banjir,” kata Kabid Humas Jumat (01/02/2019).

Penulis : Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.