Siswa SMP Kristen 46 Manado Terlambat Masuk Sekolah, Dihukum Guru Piket, Kemudian Meninggal Dunia

oleh -434 views

Manado – Seorang siswa SMP Kristen 46 Manado Fanli Lahingide (14) meninggal dunia pada Selasa (1/10/2019) setelah sebelumya mendapat hukuman lari mengelilingi halaman sekolah oleh guru piket akibat terlambat tiba di sekolah sehingga tidak mengikuti apel pagi.

Berdasarkan kronologis yang dihimpun dari Polsek Mapanget, Fanli Siswa Kelas 3 SMP Kristen 46 Mapanget Barat Manado tiba di sekolah sekitar pukul 07.25 Wita, karena terlambat dan tidak mengikuti Apel, Fanli kemudian disuruh berlari mengelilingi halaman sekolah oleh guru piket Siska Sondakh. Namun baru putaran kedua korban terjatuh dan pingsan, kemudian korban dibawah ke rumah sakit Auri Manado untuk mendapat pertolongan medis. Karena belum sadarkan diri korban kemudian dirujuk ke rumah sakit Prof Kandou Manado, namun belum tiba di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia.

Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani SH mengatakan, saat pemeriksaan saksi di lokasi, korban awalnya sudah meminta istirahat karena kelelahan, namun guru piket belum mengijinkan, sehingga korban terus berlari hingga jatuh dan pingsan. Korban meninggal dunia sekitar pukul 08.40 Wita setelah perjalanan menuju rumah sakit Prof Kandou Manado. “Kami telah meminta pihak keluarga untuk melalukan permohonan otopsi terhadap korban, dan hasilnya telah keluar namun belum diterima oleh pihak kepolisian dari rumah sakit Bhayangkara Manado, sehingga saat ini pihak Kepolisian belum mengambil tindakan,” ucap Mantan Kapolsek Singkil Manado tersebut.

AKP Muhlis menjelaskan, terhadap guru piket Siska Sondakh belum dilakukan pemeriksaan, karena yang bersangkutan hingga saat ini masih shok dan mengalami tekanan darah yang sangat tinggi, sehingga pihak Reskrim Polsek Mapanget belum mengambil tindakan. “Dari keterangan orang tua korban John Lahingide dan Julian Mandiangan, korban berangkat ke sekolah dan sudah sarapan sekitar pukul 06.30 Wita. Korban juga tidak memiliki riwayat penyakit khusus, karena itu kamo masih menunggu hasil otopsi untuk penyelidikan lebih lanjut,” terang Kapolsek.

Penulis: Redaksi

tenor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.