SMAN 1 Tabut Perketat Prokes Covid-19 Saat Pertemuan Tatap Muka di Sekolah

by

Sangihe, kabarmanado.com – Masa pandemi Covid-19 masih melanda di Tanah air sampai saat ini. Dunia pendidikan salah satu yang sangat terpukul dengan adanya virus ini, dimana pembelajaran yang biasanya dilaksanakan tatap muka berubah menjadi pembelajaran secara online atau daring dan luring.

Guna memutus penyebaran virus ini, maka langkah ini diambil oleh Pemerintah Indonesia khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Tapi dengan berturunnya kasus disejumlah Daerah, maka pembelajaran tatap muka diperbolehkan dengan persyaratan yang sangat ketat, baik wajib adanya persetujuan dari satgas Covid-19 di Daerah, juga wajib melibatkan pihak puskesmas setempat serta harus ada persetujuan dari orang tua siswa.

Selain beberapa persyaratan tersebut, juga diwajibkan pihak sekolah melakukan simulai terlebih dulu dengan menyiapkan alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan saat masuk sekolah maupun tempat cuci tangan didepan kelas serta wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Pihak sekolah juga diwajibkan menyediakan tempat isolasi dan membentuk satgas covid-19 di sekolah.

Beberapa Sekolah di Kabupaten Kepulauan Sangihe telah melaksanakan pertemuan tatap muka di Sekolah dan salah satunya adalah di SMA Negeri 1 Tabukan Utara.

Menurut Kepala Sekolah, Juinar S.Pd Senin (30/03) bahwa sekolahnya telah melakukan pembelajaran tatap muka bagi kelas 12.

“Kami atur dengan rapi bagi para siswa yang akan masuk sekolah dengan menjaga jarak, memakai masker dan wajib mencuci tangan didepan Sekolah,”ungkap Kepsek.

Kata Kepsek, kelas 12 ada 132 Siswa dan sejak Senin lalu hingga Selasa kemarin para Siswa mengikuti ujian semester yang dibagi dalam dua shif dan tanggal 5- 9 April nanti akan dilaksanakan praktek.

“Ujian para siswa memakai HP Android dan yang tidak ada maka pihak Sekolah menyediakannya dengan memakai laptop sekolah dan para guru disini,”ungkapnya.(Kifli).

tenor