SMAN 1 Tamako Bantu Puluhan Siswa Dan Seorang THL Yang Menjadi Korban Banjir Bandang

by

Sanger – Banjir dan longsor dikampung seperti Ulungpeliang, Lebo, Sesiwung, Belengan, Barangkalang dan Hiung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Jumat, 3 Januari 2020 menyebabkan setidaknya 76 rumah rusak dimana rusak berat sebanyak 56 rumah dan rusak sedang 8 rumah serta rusak ringan 12 rumah.

Pada bencana tersebut terdapat juga korban jiwa dimana ada tiga orang tewas dan 6 orang luka – luka akibat bencana alam tersebut.

Akibat bencana itu, yang sangat parah di Desa Lebo. Kondisinya sekian banyak rumah hanyut dan membuat banyak yang mengungsi yakni sebanyak 80 kepala keluarga (KK) yang ditempatkan di beberapa gedung gereja.

Dari bencana tersebut ada juga yang banyak menjadi korban dari para Siswa – Siswi baik SD, SMP maupun SMA/SMK.

Ada puluhan siswa dan THL di SMAN 1 Tamako yang menjadi korban akibat bencana tersebut. Menurut Kepala SMAN 1 Tamako Zuzzy Happy Christiany Bingku pada Jumat (17/01) bahwa ada 14 Siswa dan THL disekolahnya yang menjadi korban pada bencana lalu.

” Kami usai kejadian langsung terjun kelokasi membawah bantuan Sembako, makanan, uang dan seragam sekolah serta pakaian kepada para korban khususnya siswa,” ungkap Christiany Bingku.

Kata dia, adapun ke-14 siswa dan THL yang mebjadi korban banjir bandang yakni Sem pebukirang,
Yuditchern Makawimbang, Deiske Panguleeng, Jeslin Mandiangan, Deisri Panguleeng, Juang Lahieng
Meylan Mangadil, Alosius Beslar
Veike Kalerat , Putri Kanakang
Monika Sinadia, Putri Sahabat
Dira Mahambeng dan Yusuf Lakada.

” Kami juga memberikan motivasi langsung kepada anak dan orang tua yang menjadi korban agar siswa tersebut juga bisa melanjutkan sekolah ,” ungkap Dia.

Lanjut dia, pasca bencana juga para siswa dan guru turun kelokasi bencana untuk membantu membersihkan tempat bencana. (Kifli).