SMKN 3 Tahuna Bergerak Cepat, Bantu Siswanya Yang Menjadi Korban Banjir Bandang

by

Tahuna – Banjir dan longsor dikampung seperti Ulungpeliang, Lebo, Sesiwung, Belengan, Barangkalang dan Hiung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Jumat, 3 Januari 2020 menyebabkan setidaknya 76 rumah rusak dimana rusak berat sebanyak 56 rumah dan rusak sedang 8 rumah serta rusak ringan 12 rumah.

Pada bencana tersebut terdapat juga korban jiwa dimana ada tiga orang tewas dan 6 orang luka – luka akibat bencana alam tersebut.

Akibat bencana itu, yang sangat parah di Desa Lebo. Kondisinya sekian banyak rumah hanyut dan membuat banyak yang mengungsi yakni sebanyak 80 kepala keluarga (KK) yang ditempatkan di beberapa gedung gereja.

Dari bencana tersebut ada juga yang banyak menjadi korban dari para Siswa – Siswi baik SD, SMP maupun SMA/SMK.

Dua siswa yang menjadi korban akibat bencana tersebut ada yang sekolah di SMK Negeri 2 Tahuna, dimana kedua siswa tersebut adalah Yosafa Tamba kelas 10 Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Jusandro Monambe kelas 11 Desain Pernodelan dan Informasi Bangunan serta yang meninggal mantan siswa atas nama Armando Makanangi jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik.

Menurut Kepala SMKN 3 Tahuna, Mariana F Pangandaheng mengatakan, para siswa tersebut telah diberikan bantuan oleh keluarga besar SMKN 3 Tahuna dimana bantuan yang diberikan adalah sembako, pakaian, paket lengkap seragam sekolah dan uang tunai.

” Kami pihak sekolah memberikan beasiswa bagi para siswa dengan bebas biaya sekolah sampai mereka lulus nanti,” ungkap Kepsek.

Kata Dia, pada besok (17/01) akan ada lagi bantuan kedua bantuan dari keluarga besar SMKN 3 Tahuna yang akan dibawah kepada keluarga siswa korban bencana.

” Kami telah memberikan motivasi bagi para siswa korban babjir bandang agar mereka semangat bisa melanjutkan sekolah,” ungkap Pangandaheng.