SMKS Paramita Bintauna Bolmut Adalah Sekolah Terparah Dilanda Banjir Bandang

by
Kacabdin turun langsung ke SMKS Paramita Bintauna Bolmut memberikan bantuan dan melihat langsung kerusakan sekolah tersebut.

Bolmut – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) membuat puluhan rumah dan fasilitas Sekolah terdampak dan digenangi air dan lumpur serta puing – puing kayu dan sampah.

Sebelumnya, hujan lebat dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir merendam sejumlah kecamatan di Bolmut. Kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Sangkub, Bintauna, Bolangitang Timur dan Bolangitang Barat.

Banjir yang disebabkan oleh jebolnya salah satu tanggul sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir bandang pada Rabu (4/3) dan
merendam permukiman dan lahan pertanian dengan tinggi muka air berkisar antara 60-120 sentimeter. Jalan menuju lokasi kejadian juga sempat tertutup material longsor.

Salah satu sekolah yang terdampak dan rusak terparah adalah SMK Swasta Paramita Bintauna Bolmut, dimana sekolah ini memgalami kerusakan yang terparah akibat dilanda banjir bandang Rabu kemarin.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Patra Kapiso, S.Pd mengatakan, sekolah yang terdampak banjir bandang paling parah adalah SMKS Paramita Bintauna dimana sekolah ini direndam banjir yang disertai lumpur setinggi 2-3 meter.

” Ya semua fasilitas sekolah terendam banjir terutama komputer yang dipakai siswa saat simulasi UNBK sudah rusak semua,” ungkap Kapiso.

Kata Kapiso, selain itu ada juga SMAN 1 Bolangitan Barat dan SMAN 1 Bolangitan Timur yang terdampak banjir.

” Dari musibah ini, banyak siswa dan guru menjadi korban juga dimana ada yang hilang seragam dan peralatan sekolah.

” Kami Cabdin Bolmut langsung
turun langsung melakukan peninjauan kelokasi Kena Bencana di SMKS Paramita sekaligus penyerahan sembako, sebagai bentuk perhatian dan rasa kemanusiaan untuk meringankan beban dan memberikan suport pada mereka,” ungkap Kacabdin.

Lanjut dia, untuk SMKN 1 Sangkub, jalur jalan menuju sekolah tersebut terputus akibat banjir bandang dan para siswa dan guru tidak bisa masuk kesekolah.

“Adanya kejadian ini, mereka tidak diliburkan, tetapi Guru dan Siswa yang sebagian besar rumahnya kena banjir mereka tidak masuk sekolah. Sedangkan yang lainnya membantu disekolah untuk membersihkan sekolah yang terkena banjir,” ujarnya.