Sosialisasi Kebhinekaan KBI Sulut, Dinas Dikda Beri Apresiasi

by
Sosialisasi Kebhinekaan yang mengambil tema ‘Menjaga Indonesia, Merayakan Kebhinekaan, Menguatkan Sikap Toleran Bagi Pelajar Kota Manado’ ini dihadiri siswa dan guru dari sejumlah sekolah di Manado.

Manado – Sosialisasi Kebhinekaan yang dilaksanakan oleh Komunitas Bela Indonesia (KBI) Sulawesi Utara dimulai pukul 10.00 Wita, Sabtu (26/01/2019), dihadiri oleh siswa SMA/SMK negeri maupun swasta di Kota Manado.

Pembina Lokal KBI Sulut, Jull Takaliuang dalam sambutannya mengatakan, kegiatan itu menambah wawasan generasi muda termasuk para siswa.

“Diharapkan juga keterlibatan sekolah-sekolah agar semakin nampak bahwa Indonesia segala keberagaman, jangan dijadikan sekat di tengah lingkungan yang majemuk,” ujar Jull.

Selain itu, Jull juga selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Utara berharap anak muda menjadi pribadi yang memiliki integritas yang utuh, serta memiliki pergaulan yang sehat.
Untuk pelaksanaan kegiatan ini, KBI telah mendapat rekomendasi dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara. bahkan Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus Layanan Khusus Provinsi Sulawesi Utara, Dra Sutarti Ponto ME menghadiri dan mengapresiasi acara itu.

Dalam kesempatan itu, Pontoh bernostalgia tentang keterlibatannya sejak muda sebagai anggota Paskibraka yang sudah dilatih dan bangga dengan Indonesia. Dia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan bangga karena menyasar para generasi muda.

Pontoh menambahkan, Dinas Pendidikan daerah selama ini telah melakukan pembinaan di berbagai bidang, salah satunya pembinaan karakter untuk menjadi calon pemimpin bangsa.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan KBI, semoga berjalan dengan baik,” ujar dia.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Taufani MA selaku dosen IAIN Manado dengan materi Merayakan Kebhinekaan di Kalangan Generasi Millenial.

Taufani berbicara mengenai kecenderungan generasi sekarang yang dikenal dengan generasi Z (Tahun 1995-2004), terkadang melihat kelompok secara hitam putih, menaruh pandangan negatif terhadap kelompok lain yang bahkan belum pernah ditemui secara langsung.

Karena itu, Taufani mengajak anak muda agar menghidupkan tradisi membaca, melakukan dialog, menggunakan sosial media dengan bijak, sebab setiap orang diciptakan unik dan berbeda. Dia menambahkan, Pancasila harus menjadi nilai untuk diaplikasikan bersama.

Menariknya, kegiatan itu tidak hanya fokus pada materi saja, melainkan ada penampilan stand up comendy, dan dari beberapa anggota KBI Sulut yang menyanyi dan monolog. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi ini, KBI mengajak para peserta mewakili sekolah-sekolah negeri dan swasta di Kota Manado untuk mengikuti Temu Kawanua Pancasila pada tanggal 15-17 Februari 2019 mendatang.

Siswa SMA Kristen Eben Haezer Manado, Revandy Wuntu mengungkapkan, kegiatan tersebut sangat bagus, karena mengingat Kota Manado sebagai kota toleransi telah mengalami penurunan. Revandy juga mengaku bersedia untuk ikut serta dalam kegiatan selanjutnya.

Hal serupa juga diungkapkan Jufri Takalide, siswa MAN Model Manado. Menurut dia, kegiatan itu sangat bagus dan menyadarkan bahwa meskipun berbeda, tidak boleh terpecah, melainkan bersatu untuk membangun bangsa.

Kegiatan ini ditutup dengan perkenalan dari anggota Komunitas Bela Indonesia. Sebagai penutup, Desta Mokodolang selaku Ketua Panitia mengungkapkan rasa terima kasih kepada siswa-siswi dan guru yang boleh hadir, dan berharap kembali berjumpa pada kegiatan selanjutnya.

Sosialisasi Kebhinekaan yang mengambil tema ‘Menjaga Indonesia, Merayakan Kebhinekaan, Menguatkan Sikap Toleran Bagi Pelajar Kota Manado’ ini dihadiri siswa dan guru dari sejumlah sekolah seperti SMAN 9 Manado, SMAN 2 Manado, SMKN 1 Manado, MAN Model Manado, dan SMA Kr Eben Haezer Manado.

Penulis: Yoseph E Ikanubun

tenor

2 thoughts on “Sosialisasi Kebhinekaan KBI Sulut, Dinas Dikda Beri Apresiasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.