Status Siaga, Gunung Api Karangetang Sitaro Keluarkan Guguran Lava

by

Sitaro – Aktifitas Gunung Api Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus meningkat, hingga Pukul 24.00 Wita, masih mengeluarkan guguran lava dari puncak gunung.

Berdasarkan laporan Kementerian Energy Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunung api Karangetang yang disusun oleh Didi Wahyudi P. Bina, secara visual Gunung jelas terlihat hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 m di atas puncak kawah. Sinar api kawah utama tinggi lk 25m, Pukul 21.30 Wita teramati guguran lava dari puncak kawah utama sering bahkan menerus terjadi ke arah kali pangi lk 1000-1500m, guguran lava dari puncak kawah utama sesekali ke arah kali beha barat, kali nanitu dan kali kinali lk 1000m. Asap kawah dua putih tipis, tinggi lk 50m. sinar api kawah dua tinggi lk 10m.

Aktivitas Gunung Karangetang Sitaro Mengeluarkan Guguran Lava. Foto: Pos Pengamatan Gunung Karangetang.

Kegempaan, Guguran 23, Amplitudo 3-12 mm, Durasi : 55-1560 detik, Hembusa : 6, Amplitudo : 3-16 mm, Durasi : 20-30 detik. Gempa Vulkanik Dalam 1, Amplitudo : 50 mm, S-P : 1 detik, Durasi : 20 detik dan terjadi Tremor terus Menerus  terekam dengan amplitudo 0.25-1 mm (dominan 0.5 mm)

Didi menjelaskan, Status Gunung Karangetang Siaga Level III. “Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang,” tandasnya.

Didi mengatakan, masyarakat disekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. “Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” himbuhnya.

Editor: Ishak Kusrant

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.