STIEPAR: Kontrol Tujuh Hal Penting Ini Untuk Wujudkan Kawasan Ekonomi Pariwisata Di Likupang

by

KABARMANADO-

Selaku Ketua Lembaga Penelitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata
(STIEPAR) Manado, Drs. Fendy Parengkuan menyampaikan ada  tujuh hal
penting yang perlu dikontrol dalam mewujudkan Kawasan Ekonomi Pariwisata, melalui video Teleconferens yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, 16 Oktober 2020.

Ketujuh hal penting itu terkait soal lingkungan hidup serta hubunganya dengan menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Terdata sejak Kamis, 15 Oktober 2020 dari para peserta terkait
Lingkungan Hidup dan Sustainable Development termasuk sustainable tourism tersebut, yang esensi;

 (1) Pelibatan atau partisipasi masyarakat lokal versus termarginal

(2) Perekrutan karyawan lokal vs warga lainnya

 (3) Penyelamatan terumbu karang vs penggundulan dan keruk daratan;

(4) Pelindungan fauna flora endemik vs perusakan lingkungan alaminya;

(5) Peduli kesehatan masyarakat lokal vs program yg justru
menerlantarkan;

(6) Penyelamatan pesisir, lamun, bakau, pulau-pulau kecil, Taman Laut
Nasiona Bunaken vs abai sampah, erosi, abrasi, dsb;

(7) B3 mercury, bahaya lingkungan karena penambang liar dan dua
perusahaan tambang berizin, diperparah rerangkai ledakan dinamit yang
renggangkan tanah yang picu rembesan bahan berbahaya ke sumber air sumur, sungai, mata air dan DAS yang mengalir lalu mencemari laut.

Selanjutnya Parengkuan mengungkapkan beberapa cara penanggulangan sebagai solusi, ditawarkan via pembangunan dan pengembangan kepariwisataan yang berbasis sutainable development, sustainable tourism, sosial and community participation, academic role, recent technology dengan uraian penjelasannya.

Melihat adanya wujud kolaborasi antara Akademisi, Bisnis, Community,
Goverment dan Media dalam mengembangkan kawasan pariwisata Minahasa Utara,  melalui kegiatan yang mebahas “Fokus tinjauan aspek lingkungan hidup” pada 15-16 Oktober 2020, Dr. Drevy Malalantang, M.Pd mengapresiasi penyelengaranya , sekaligus berharap agar hal ini terus berlanjut, kemudian dapat mewujudkan kawasan Ekonomi Priwisata di Likupang, Minahasa Utara.

“Destinasi Super Prioritas Pariwisata, semoga pelibatan dan kerjasama
Pemerintah dengan Institusi Pariwisata di Sulut terus berlanjut dalam
mewujudkan kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Likupang Minut” imbuh Drevy, Driektur STIEPAR Manado.

Diskusi di atas, hadir pula Narasumber  Dr. Ir Sofia Wantasen MSi, Dosen, Pakar Lingkungan Hidup Unsrat Manado. Sebagai Konsultasi Publik RDTR Kawasan Pariwisata