Sulut Terima Bantuan PLTP Binary Cycle 500 KW dari Jerman

oleh -516 views
Olly berharap, kerjasama antara Jerman dan Indonesia dapat terus terjalin demi kemajuan pembangunan.

Manado – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengapresiasi bantuan dari Pemerintah Jerman berupa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle skala 500 KW di Lahendong, Tomohon, Senin (21/01/2019).

Bantuan yang merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman ini diserahkan langsung oleh Dubes Jerman untuk Indonesia Peter Schoof kepada Presiden Joko Widodo yang diwakili Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan dari Jerman kepada Indonesia terutama Sulut,” kata Olly usai menyaksikan penyerahan PLTP tersebut.

Lanjut Olly, bantuan ini sangat tepat karena potensi geotermal di Sulut sangat besar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik, karena Geotermal menjadi salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulut.

“Ini sangat menjanjikan untuk jaringan di Sulawesi Utara, karena saat ini 40 persen pembangkit tenaga listrik di Sulawesi Utara sudah menggunakan geotermal dan ada sekitar 120 megawatt lebih kita menggunakan geotermal,” beber Olly.

Olly berharap, kerjasama antara Jerman dan Indonesia dapat terus terjalin demi kemajuan pembangunan.

Menristekdikti M Nasir mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga mencapai 23 persen tahun 2025. Sampai tahun ini porsi penggunaan energi terbarukan di Indonesia baru berkisar delapan persen hingga sembilan persen.

“Dari geotermal sendiri baru berkontribusi empat persen dari sembilan persen renewable energy. Jadi potensinya masih sangat tinggi,” ujar Nasir.

Tambah Menristekdikti, target penggunaan energi terbarukan 23 persen pada 2025 salah satunya bisa dicapai melalui pengembangan energi panas bumi atau geotermal karena Indonesia memiliki potensi panas bumi yang bisa diolah menjadi listrik dengan kapasitas 28 ribu MW hingga 29 ribu MW.

Serah terima aset tersebut merupakan bagian dari perjanjian antara Kemenristekdikti dengan Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal Jerman (BMBF) yang ditandatangani April 2010 di Denpasar, Bali. Serta perjanjian pelaksanaan pengembangan energi panas bumi berkelanjutan di Indonesia antara GFZ dan BPPT yang ditandatangani Juni 2010.

Penulis: Zulkifli Madina

tenor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.