Tanggapan Gubernur Lemhanas Terkait Radikalisme di Kampus

oleh -733 views
Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo memberikan pemaparannya di kampus Unsrat Manado.

Manado –  Salah satu hal yang terungkap daam dialog wawasan kebangsaan di kampus Unsrat Manado, Selasa (28/08/2018), adalah terkait radikalisme. Bagaimana tanggapan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yang hadir sebagai pembicara?

Kepada sejumlah wartawan, Widjojo menyampaikan, terkait faham radikalisme itu masalahnya cukup kompleks. “Pertama ini ada akibat globalisasi di mana terjadi merembesnya masuk gagasan-gagasan, ide-ide dari luar Indonesia masuk ke Indonesia. Nah, kita mengira bahwa globalisasi hanya akan mengakibatkan percampuran politik ekonomi. Tapi kita lengah, bahwa globalisasi juga akan mengakibatkan perembesan gagasan, ide dan ideologi,” papar Widjojo.

Menurut dia, celakanya Pancasila sudah diabaikan selama ini, sejak tahun 1998-1999. Pancasila ini tidak diberdayakan untuk mampu bersaing dengan masuknya gagasan-gagasan, ide-ide dari luar Indonesia. “Sehingga sekarang kita harus bekerja keras untuk mengembalikan wibawa Pancasila menjadi sebuah ideologi yang mampu bersaing dengan ideologi dan gagasan dari luar Indonesia,” ujar Widjojo.

Terkait radikalisme itu, dia mengatakan, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang efektif untuk merespon masalah itu, terutama dari peningkatan hukum. “Kalau hukumnya belum lengkap memenuhi, kita lengkapi UU atau hukum itu. Apa yang dikatakan sebagai tindakan-tindakan perilaku yang menyimpang dari ideologi Pancasila,” papar dia.

Yang kedua, lanjut Gubernur Lemhanas, adalah pendekatan hukum itu sendiri. “Itu banyak kita lihat kebijakan itu sudah dikeluarkan oleh pemerintah,” tandas Widjojo.

Tapi juga tidak kalah pentingnya, lanjut dia, adalah kebijakan-kebijakan sebagai upaya untuk merespon masalah itu dalam aspek kultural. “Nah dalam aspek kultural inilah kita harus bisa untuk merespon, yaitu untuk mempelajari dari mana mereka bisa masuk untuk mempengaruhi generasi muda kita terutama yang tadi ditanyakan di lingkungan perguruan tinggi,”papar dia sambil menambahkan, termasuk pengajar-pengajar harus ditelusuri dan diberikan kontra pemahaman.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

tenor

One thought on “Tanggapan Gubernur Lemhanas Terkait Radikalisme di Kampus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.