Terancam Hukuman Mati, Sipir Lapas Kelas IIA Manado Kena OTT Bawa 8 Paket Sabu-sabu

by
Kepala BNN Provinsi Sulut Brigjen Pol Utomo Heru Cahyono didampingi Kadiv Pas Kanwil Kemenkuham Edy Hardoyo, Kabid Pemberantasan saat meunjukan Barang Bukti Sabu-sabu. (Foto: Ishak/KM).

Manado – Oknum pegawai Lembaaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado berinisal SMK alias Even, terancam hukuman mati karena tertangkap tangan oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut saat membawah 8 Paket Narkotika jenis Sabu.

Kepala BNNP Sulawesi Utara Brigjen Pol Utomo Heru Cahyono menegaskan, Even terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh anggota BNNP Sulut. Even yang tak lain merupakan Sipir Lapas Tuminting Manado ditangkap pada 31 Agustus 2019 disekitar pasar Tuminting Manado saat membawah 8 Paket Sabu-sabu. Dari pengakuan Steven, Sabu-sabu itu akan dibawah ke dalam Lapas Manado dan akan diberikan kepada SLK alias Satrio yang merupakan Narapidana Narkoba. “Tim kemudian bergerak ke Lapas Kelas II A Manado dan menangkap SLK,” jelas Utomo.

Utomo menjelaskan, dari pengakuan Sipir Lapas Manado dan Narapidana yang ditangkap, Tim selanjutnya melakukan penyidikan dan bergerak menangkap satu orang lainnya yaitu FT alias Frang, dan dari tangan Frang diamankan 23 Paket Sabu-sabu, sehingga total Paket Sabu-sabu yang berhasil diamanankan sebanyak 31 Paket. “Untuk Sipir Lapas Kelas II Manado, Sulawesi Utara terancam hukuman mati, sedangkan, SLK yang merupakan Napi Narkoba terancam Hukuman Mati atau seumur hidup, sedangkan ST terancam hukuman penjara 20 tahun atau denda paling tinggi Rp 10 Milliar,” tandas Jenderal Utomo yang akrab dengan awak media, Rabu (18/9/2019) dalam jumpa pers di kantor BNN Provinsi Sulut.

Sementara itu, kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil KemenkuHam Sulut Edy Hardoyo mengungkapkan, jika nanti diputus pengadilan maka Even Pegawai Lapas Kelas IIA Manado akan pecat dari kesatuan karena sudah mencoreng citra KemenkuHam. Edy mengatakan, pihaknya merasa tercoreng dengan adanya oknum Sipir Lapas Manado yang tertangkap tangan, sampai-sampai saya dibuat pusing, karena pihaknya sudah selalu melakukan pembinaan, namun mungkin karena ingin mendapat penghasilan lebih sehingga melakukan perbuatan tersebut. “Kami sangat menyayangkan hal itu, padahal penghasilan sebagai Sipir Lapas Manado sudah sangat tinggi dan lebih dari cukup,” tandasnya.

Sementara itu Even, yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka bersama dua rekannya oleh BNN Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan rasa penyesalan, namun menurutnya perbuatan itu sudah sering dilakukan. “Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata Even saat ditanya kabarManado.com.

Hingga kini proses penyidikan kasus tersebut terus dikembangkan oleh penyidik BNN Provinsi Sulut, untuk mengetahui asal Usul Narkoba yang masuk ke Lapas Kelas II A Manado.

Penulis: Ishak Kusrant
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.