Terkendala Jaringan dan Tidak Miliki HP, 80 Persen Siswa di SMKN 1 Talaud Belajar Luring

by

Foto : Para guru di SMA/SMK hampir semua sekolah di Talaud datang ke rumah siswa mengajar secara luring karena kendala jaringan internet.


Manado, Mengawali tahun ajaran baru 2020-2021, kegiatan pembelajaran tatap muka di ruang kelas belum diperkenankan.
Siswa masih harus belajar dari rumah untuk menghindari penyebaran covid-19 hingga ada pemberitahuan atau perubahan lebih lanjut dari pemerintah melalui tim gugus tugas tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.



Begitupun dengan bentuk pembelajaran yang dilakukan, beberapa pilihan diambil pihak sekolah apakah belajar secara online atau dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring)
Sementara itu, di SMKN 1 Talaud, seperti yang diungkapkan kepala sekolah (kepsek) Jonson Talumedun SPd MPd, sebagian besar pembelajaran dilakukan secara luring.

“Sekitar 80 persen dari 240 siswa di SMKN 1 Talaud menggunakan pembelajaran secara luring,” kata kepsek, Rabu (29/07) saat ditemui di Kantor Dinas Dikda Sulut.

Di mana, sebut kepsek hanya sekitar 20 persen saja siswa yang belajar secara daring. Adapun beberapa kendala memang masih ditemui ketika belajar daring, seperti siswa yang tak punya smartphone, ataupun ada smartphone tapi tak punya paket kuota.

“Beberapa siswa bahkan berdomisili jauh dari sekolah dan di lokasi tersebut tak terjangkau akses internet. Jadi, guru-guru yang berkunjung ke rumah-rumah siswa,” tukasnya.

Pihak sekolah seperti yang diungkapkan kepsek, melakukan pengaturan untuk jadwal kunjungan ke rumah-rumah siswa selama pembelajaran secara luring.

“Kami juga terus ingatkan agar setiap guru dan siswa selama pertemuan belajar bersama di rumah, agar mematuhi dan menaati protokol kesehatan covid-19,” ujar kepsek.

Selain itu, kata kepsek pihak sekolah juga terus mengingatkan agar selama belajar luring jumlah siswa harus dibatasi.

“Maksimal hanya lima siswa saja dalam pertemuan tersebut, itupun dengan waktu pertemuan yang tidak terlalu lama,” sebut kepsek.

Lebih lanjut ditambahkannya lagi, pihak sekolah juga berusaha memfasilitasi internet bagi setiap guru. Jadi, guru nantinya datang ke sekolah dan bersama-sama menggunakan fasilitas internet di sekolah.

“Kami sudah bangun kerjasama dengan pihak Telkomsel, mudah-mudahan dapat segera berjalan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkasnya.