Tetap Bertahan, Warung Makan Milik Hajer Ini, Terus Bangkit Dimasa Pandemi Covid-19

oleh -38 views

Foto : Hajer Madina sedang berada dirumah makannya

Manado, Kabarmanado.com -Pandemi virus corona covid-19 yang melanda Dunia khususnya di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara ini memang memberi dampak dibidang bisnis. Tak terkecuali pada bisnis industri makanan jadi.

Apalagi, setelah ada penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Sulawesi Utara saat ini membuat para pelaku usaha makanan sepi konsumen.

Tak hanya restoran, warung makan berbasis online juga sepi orderan, karena konsumen lebih memilih memasak di rumah. Hal itu lah yang terjadi, pada rumah makan siap saji Warung makan milik Hajer ini.

Pemiliki rumah makan, Hajer pun menceritakan orang datang makan dirumah makannya anjlok akibat virus mematikan virus corona.

Bahkan, akibat lesunya orderan membuat omzetnya ikut meluncur hingga 60-70 persen.

“Biasanya, omzet sehari-hari Rp 500 ribu, tapi sekarang turun drastis dan hanya mendapatkan Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Dampaknya biaya makan sehari-hari menurun,” ujar Hajer Madina Kamis (29/07).

Selain itu, Hajer juga terpaksa mengurang pasokan bahan baku yang akan dimasak.

Padahal, bisnis makanan yang dia geluti cukup banyak peminat sebelum adanya Virus Corona. Pasalnya, letak rumah makannya sangat strategis yakni berada di pingir jalan A.A Maramis Bandara Sam Ratulangi Manado yang juga didepan Mall dan Supermarket Transmart Kairagi serta perumahan Grand Kawanua Manado.

Harga makanannya per porsi juga tergolong murah dengan kisaran Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per porsi dengan menu lengkap mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga buah-buahan.

Tanah dan Rumah yang dipakai untuk berjualan ini, bukan milik pribadinya dan hanya dipinjam.

Suami dari Hamdan Tambengi ini menjelaskan, saat pandemi melanda dan diterapkannya PPKM mikro, warung makannya sepi pembeli.

“Hampir semua orang tidak keluar rumah dan perkantoran hanya dibuka 25 persen. Hanya satu dua orang yang datang kerumah makan kami untuk membeli,” Kata Hajer yang lahir di Desa Klabat pada 20 Februari 1980 lalu ini.

Lanjut dia, dengan situasi pandemi saat ini dan diperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19 para pembeli mulai ada tetapi sudah menurun akibat banyak pekerja dan pegawai yang membawah makanan sendiri dari rumah.

Protokol kesehatan pun dia berlakukan dirumah makannya, dimana sebelum masuk wajib mencuci tangan, wajib pakai masker dan tempat duduk diatur berjauhan serta meja dan kursinya selalu dibersihkan.

Penulis : Julkifli M

tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.