Unsrat sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Melalui SNMPTN, UTBK, SBMPTN, MANDIRI (T2)

by

Manado — Univeritas Sam Ratulangi Manado menggelar sosialisasi SNMPTN, UTBK, SBMPTN, MANDIRI (T2) bertempat di gedung auditorium Unsrat, Manado, Senin (16/12).

Sosialisasi tersebut diikuti oleh kepala SMA/SMK se-Sulawesi Utara dihadiri juga Kepala Dinas Pendidikan Daerah yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA , Arter Tumipa.

Rektor Unsrat yang diwakili Wakil Rektor 1, Prof. Dr Grevo Gerung memaparkan secara jelas mengenai seleksi masuk perguruan tinggi yang meliputi SNMPTN, UTBK, SBMPTN dan Mandiri (T2).

” Saat ini bahwa seleksi masuk perguruan tinggi termasuk di Unsrat semua sudah berbasis online menggunakan teknologi komputer,” ungkap dia.

Kata dia, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai penanggung jawab penerimaan mahasiswa baru pada dua tahun terakhir ini dimana yang dulunya ditangani langsung oleh Kemendikbud RI.

” dari 126 perguruan tinggi di Indonesia, hanya 74 perguruan tinggi yang menjadi pusat penerimaan Mahasiswa baru termasuk di Unsrat Manado,” jelas dia.

Lanjut Gerung, untuk kuota jalur SNMPTN 20%, SBMPTN 40%, Mandiri 30%, untuk 2020 pendaftaran harus memiliki akun di LTMPT.

” Jalur SNMPTN kuota bagi SMA/SMK yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) untuk akreditas A 40%, B 25%, C 5% terbaik disekolahnya,” ungkapnya.

Lanjut dia, Pelaksanaan UTBK 2020 selama 1 minggu 20-26 April 2020.
Untuk pendaftaran SBMPTN 2-13 Juni 2020 dan pengumuman 30 Juni 2020.

“Penerimaan mahasiswa sekarang sudah sistem online, tidak bisa lagi ada istilah titipan, tidak ada lagi sogok menyogok untuk bisa lolos masuk perguruan tinggi Unsrat,” kata Grevo Gerung.

Menurutnya, dari pengalaman sebelumnya ada pihak sekolah yang tidak jujur dalam pengisian nilai dengan maksud meloloskan siswanya dalam seleksi, sehingga merugikan sekolah maupun siswa itu sendiri.

“Ada empat sekolah yang tidak jujur dalam pengisian nilai secara online, setelah dicocokkan dengan rapor ada perbedaan, jadi keempat sekolah tersebut sekarang didiskualifikasi oleh Unsrat untuk program bidang studi tersebut,” ungkapnya.

Gerung berharap agar pihak sekolah dan orang tua murid untuk mempersiapkan siswanya dengan baik menjelang seleksi masuk perguruan tinggi.

“Kami harapkan orang tua dan pihak sekolah untuk persiapkan siswanya sebaik mungkin, sesuaikan kemampuan siswa dengan jurusan yang dipilihnya agar bisa lulus seleksi,” ujarnya.