Wabah DBD Mengancam Sulut, 396 Kasus di Awal Tahun 2019

by
Data kasus DBD di Sulawesi Utara hingga 13 Januari 2019

Manado – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Utara terus meningkat. Bahkan di awal tahun 2019, hingga tanggal 13 Januari, sudah tercatat 396 kasus yang terjadi di 13 dari 15 kabupaten dan kota di Sulut.

Berdasarkan data yang diperoleh dri Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, Kota Manado beraa di posisi paling atas dengan jumlah kasus DBD sebanyak 165. Kemudian disusul Kabupaten Minahasa (57) dan Kabupaten Minahasa Utara (35).

Sedangkan ada dua daerah yang tidak terdapat kasus DBD yaitu Kabupaten Kepulauan Sitaro (0) dan Kabupaten Kepulauan Talaud (0). Tiga daerah lainnya dengan jumlah kasus DBDyang tergolong rendah adalah Kabupaten Bolmong Selatan (2), Kabupaten Bolmong Utara (5), dan Kabupaten Mitra (6).

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, dr Debbie Kalalo mengatakan, tingginya kasus DBD ini juga disebabkan akibat lemahnya pencegahan dan pemberantasan.

“Semprot bukan strategi utama penanggulangan DBD. Pemberantasan jentik-jentik dan edukasi 3M ke masyarakat yang penting. Bahaya kalau semprot missal,” ungkap Debbie, Selasa (15/01/2019).

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 silam, kasus DBD mencapai angka 1.713. Dari jumlah itu ada sebanyak 24 orang yang meninggal, paling banyak Kabupaten Minahasa 9 kasus disusul Kota Manado 4 kasus.

Sedangkan untuk tahun 2019 hingga awal Januari 2019 ini sudah ada 3 orang yang meninggal dunia akibat DBD.

“Memang tren kasus DBD yang meningkat di Sulut ini diakibatkan oleh pasien belum mengetahui gejala-gejala DBD,” jelasnya.

Kalalo mengatakan, yang meninggal akibat masyarakat yang terlambat membawa pasien ke fasilitas kesehatan atau ke rumah sakit dan mereka belum mengetahui gejala DBD.

Dia menuturkan, upaya pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan yaitu telah mengirim surat kewaspadaan dini DBD kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota tertanggal 25 September 2018 dan memberi peringatan kepada tim gerak cepat kabupaten/kota terkait.

“Peningkatan DBD yang terdeteksi melalui laporan sistem kewaspadaan dini dan respon mulai akhir bulan Oktober 2018 lalu,” katanya.

Debbie mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk pencegahan dan penanggulangan DBD.

“Kami juga melaksanakan penyuluh dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya sambil menambahkan, dalam pencegahan DBD yang terpenting adalah bantuan dan peran dari masyarakat.

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.