Wakili Kadis, Kacabdin Sangihe Buka Workshop Pelaporan Aset Melalui Aplikasi Terpadu

by


Sangihe, kabarmanado.com – Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut menggelar workshop mekanisme pelaporan aset bersumber dari dana BOS melalui aplikasi aset terpadu pada Rabu (31/03) di SMK Negeri 1 Tahuna.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Daerah yang diwakili oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Sangihe, Maximilianus Tielung yang dihadiri para Kepala SMA/SMK/SLB dan bendahara Se-Kabupaten Sangihe.

Kegitan yang dipusatkan di SMKN 1 Tahuna itu berlangsung selama 1 hari yang dihadiri para nara sumber dari Dikda Sulut Kasub Umum Yang juga ketua tim BOS, Nova Loupatty, Kabid Aset, Melky Matindas dari BKAD Sulut.

Dalam pembukaan Kacabdin menyampaikan, kegiatan ini digelar dengan perketat protokol kesehatan Covid-19 baik memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta didepan Sekolah wajib dites suhu tubuh dan duduk berjarak.

“Ini guna memutus penyebaran Corona dan ada 66 peserta yang hadir baik para Kepsek, bendahara maupun petugas aset sekolah dari SMA/SMK dan SLB disini,”ungkapnya.

Kata Maximilianus bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan pihak sekolah tidak ada lagi yang terlambat membuat laporan BOS maupun aset.

“Ikutilah kegiatan ini dengan fokus dan serius agar dalam membuat laporan tidaklah sulit dan terlambat,”ungkap Kacab.

Lanjut kacabdin, Kegiatan ini sangatlah penting, apalagi mempertanggung jawabkan masalah aset tidaklah mudah.

“Memang SMA/SMK/SLB di sangihe sampai saat ini belum 100 persen bisa mempertanggung jawabkan laporannya, akan tetapi dengan telah mengikuti kegiatan ini maka pelaporan tahap 1 sudah bisa selesai sebelum pencairan tahap 2 nanti,”Jelas Tielung.

Harap Kacabdin, Semoga saja dengan menghadiri kegiatan ini pihak sekolah bisa selesaikan masalah yang sering terjadi.

Sementara melalui Kasub Umum Yang juga ketua tim BOS, Nova Loupatty mengatakan, laporan aset terpadu ini sangatlah penting untuk mempercepat laporan penggunaan dana BOS dan Aset.

“Memang dari laporan 2018 – 2019 ada 18 Sekolah yang bermasalah pelaporannya, ini karena administrasi yang kurang bagus,”ungkap Nova.

Katanya, Ikuti kwgiatan ini dwngan baik agar supaya tidak adalagi yang terlambat pelaporannya.

“Tahap 2 pencairan dana BOS ini untuk laporan wajib ada rekomendasi dari cabang Dinas Pendidikan,”kata dia.

Sementara melalui Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Barang Milik Daerah Sulut, Melky Matindas mengatakan, perencanaan sangatlah penting dalam memulai oprasional penggunaan dari dana BOS agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya nanti.

“Kalau ada perencanaan maka pengunaan dana BOS akan tepat sasaran dan tidak ada lagi temuan dan kesalahan administrasi,”kata dia.

Dia berharap pelaporan penggunaan dana BOS tidak ada lagi keterlambatan sehingga pencairan juga akan lancar.(Kifli).

tenor