Warung Makan Di Manado Ini, Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19

by



Manado, Pandemi virus corona covid-19 yang melanda Dunia khususnya di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara memang memberi dampak bisnis. Tak terkecuali pada bisnis industri makanan jadi.

Apalagi, setelah ada penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di beberapa daerah yang membuat banyak restoran sepi konsumen.

Tak hanya restoran, warung makan berbasis online juga sepi orderan, karena konsumen lebih memilih memasak di rumah. Hal itu lah yang terjadi, pada rumah makan siap saji Warung Sederhana Jatim.

Pemiliki rumah makan, Syamsia menceritakan orderan makanannya anjlok akibat virus mematikan virus corona.

Bahkan, akibat lesunya orderan membuat omzetnya ikut meluncur hingga 30-40 persen.

“Biasanya, omzet sehari-hari Rp 1,5 juta, tapi sekarang turun Rp 1 juta – Rp 1,1 juta. Dampaknya pembayaran kredit rumah dan cicilan pengambilan uang di Bank sempat tertunda,” ujar Syamsia Jumat (14/10).

Selain itu, Syamsia juga terpaksa mengurang pasokan bahan baku yang akan dimasak.

Padahal, bisnis makanan yang Syamsia geluti cukup banyak peminat sebelum adanya Virus Corona. Pasalnya, letak rumah makannya sangat strategis yakni selain berada di pingir jalan 17 Agustus, juga berada ditengah perkantoran Pemerintah dan Swasta.

Harga makanannya per porsi juga tergolong murah dengan kisaran Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per porsi dengan menu lengkap mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga buah-buahan.

Rumah makan yang berukuran 4 x 5 meter ini, disewa 6 juta pertahun sejak 2009 lalu.

Suami dari Bambang Agus Budiyono ini menjelaskan, saat pandemi melanda dan perkantoran Perintah dan Swasta ditutup sementara, warung makannya sepi pembeli.

“Hampir semua orang tidak keluar rumah dan perkantoran tutup. Hanya satu dua orang yang datang kerumah makan kami untuk membeli,” Katanya.

Kata dia, Saat new normal, perkantoran mulai dibuka dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 para pembeli mulai ada tetapi sudah menurun akibat banyak pegawai yang membawah makanan sendiri dari rumah.

Protokol kesehatan pun dia berlakukan dirumah makannya, dimana sebelum masuk wajib mencuci tangan, wajib pakai masker dan tempat duduk diatur berjauhan serta meja dan kursinya selalu dibersihkan.

Penulis : Julkifli Madina