Yohanis: Agar Efek Jerah, Terdakwa Penadah Motor Harus di Hukum Berat

by
Terdakwa Ricky Hendy Buyung (tengah) saat ditangkap Tim Resmob Polresta Manado 15 Desember 2018 silam. (Foto: Istimewa).lp

Manado — FIFGROUP Manado berharap Majelis hakim pengadilan negeri Manado menjatuhkan vonis atau hukuman berat terhadap terdakwa kasus penadah motor leasing Ricky Hendy Buyung pada sidang yang akan digelar Selasa (9/4/2019).

Kepala Cabang FIFGROUP Yohanis Batara Randa menegaskan, kasus penada motor sangat marak terjadi dan merugikan pihak perusahaan apa lagi tak tanggung-tangung motor yang yang dijadikan penadah oleh terdakwa ada 20 unit sehingga pihak perusahaan secara materi mengalami kerugian hingga ratusan jutan rupiah, karena itu terdakwa penada motor harus dihukum berat agar ada efek jerah bagi pelaku.

Menurut Korwil Astra Manado itu, selama ini kasus fidusia selalu dituntut ringan padahal penadah motor seperti terdakwa Buyung sudah merugikan masyarakat dan konsumen dan bukan hanya perusahaan sehingga jika putusan di bawah 2 tahun pelaku kejahatan seperti ini bisa terulang kembali, karena itu Yohanis berharap mejelis hakim menjatuhkan vonis berat kepada terdakwa.

“Jika Putusan kurang dari 2 tahun kami akan ajukan banding, dan kasasi hingga ke Mahkamah Agung, karena itu berharap Hakim jatuhkan hukuman berat kepada terdakwa agar ada rasa keadilan,” tegas Yohanis.

Sebelumnya pada sidang pembacaan tuntutan Selasa (2/4/2019) pekan lalu,  JPU Merry Christine Rondonuwu menuntut terdakwa Buyung 1 Tahun 3 Bulan. Dalam dakwaan JPU perbuatan terdakwa yang memberi bantuan dengan mengalihkan objek Jaminan Fidusia mengakibatkan pihak penerima Fidusia yaitu PT. Federal International Finance (FIF) mengalami kerugian sebesar Rp. 831.835,370,- (delapan ratus tiga puluh satu juta delapan ratus tiga puluh lima ribu tiga puluh tujuh rupiah).

Penulis: Ishak Kusrant

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.